Presiden Joko Widodo mengajak wartawan makan siang bersama di Rumah Makan Medan Baru, Sunter Agung, Jakarta Utara, Selasa (3/5/2016). [suara.com/Erick Tanjung]
Pengusaha daging, Yustinus Satmoko mengatakan bahwa upaya Presiden Joko Widodo dalam menetapkan patokan harga daging saat menjelang lebaran tidaklah tepat. Pasalnya, patokan harga yang ada tersebut hanya berlaku untuk daging tertentu saja, dalam hal ini untuk harga daging beku bukan daging segar.
"Yang ditargetkan pemerintah itu daging segar, tapi patokannya harga daging beku. Itu nggak nyambung,dan tidak tepat sasaran" kata Yustinus dalam diskusi bertajuk ,Mampukah Negara Mengendalikan Harga' di Gado-Gado Boplo Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu(4/6/2016).
Yustinus yang juga sebagai Presiden Direktur Tiga Tunggal Adi Mulya ini mengatakan, harga daging segar memiliki perbedaan dengan harga daging beku. Daging beku atau daging secondary, kata dia memiliki harga standar di Luar Negeri yaitu Rp80.000,00. Sementara, daging segar itu hampir menyentuh angka Rp 120.000,00.
"Kan beda harga daging beku dan daging segar itu. Itu saja harga Rp120.000 dapat untungnya mepet sekali," kata Yustinus.
Sementara sebelumya, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa harga daging sapi harus mencapai Rp80.000 sebelum lebaran. Pada saat itu, Jokowi meminta kepada bawahannya agar apa yang dperintahkannnya tersebut terwujud.
"Kira-kira tiga minggu lalu saya perintahkan kepada menteri. Caranya saya tidak mau tahu, tetapi sebelum lebaran harga daging harus dibawah Rp80.000," kata Jokowi.
Komentar
Berita Terkait
-
Airlangga Siapkan Rp 13 Triliun untuk Insentif Ramadan dan Lebaran 2026
-
7 Link Daftar Program Mudik Gratis 2026, Segera Amankan Kursimu Sebelum Kehabisan
-
Tren Baju Lebaran 2026 Ramai Diburu Gen Z Bandung: Renda Berlapis hingga Soft Pastel
-
Mudik Gratis Pulang Basamo 2026 Kapan Dibuka? Simak Jadwal, Cara Daftar dan Linknya
-
POLLING: Apa Strategi Mudik 2026 Biar THR Lebaran Tidak Amblas?
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Cara Cek Bansos PKH, BPNT, BLT 2026 dan Solusi Jika Nama Tidak Muncul
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Daftar Lengkap Pinjol Legal Berizin OJK: Update Februari 2026
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Harga Pengadaan Chromebook Disetujui LKPP?
-
OJK: Bulan Ini Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen Dibuka ke Publik
-
PT Agincourt Resources Digugat Rp 200 Miliar oleh KLH
-
Kemenkeu Akui Inflasi Januari 2026 Naik Akibat Kebijakan Diskon Listrik
-
PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 52,6 per Januari 2026, Unggul dari Vietnam
-
OJK Klaim Pertemuan dengan MSCI Berbuah Positif