Dagangan daging sapi di lapak Pasar Rumput, Jakarta, Senin (25/1). [suara.com/Oke Atmaja]
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Suharso Monoarfa mengatakan bahwa kenaikan harga barang-barang pokok menjelang lebaran baru mulai terjadi pada masa Orde Baru. Kata dia, pada masa Orde lama yang dipimpin oleh Bung Karno, tidak ditemui adanya kenaikan harga bahan pokok menjelang hari raya lebaran.
"Itu sudah banyak orang mengatakan kita hadapi dari masa ke masa (fenomena kenaikan harga bahan pokok), siapa pun presidennya. Mulai dari zaman Pak Hartao dan seterusnya sampai sekarang. Kita tidak pernah dengar hal itu pada zaman Orde lama. Memang ada antrian, tapi bukan hanya jelang lebaran, tapi itu hanya antri minyak tanah," kata Suharso dalam diskusi bertajuk Bisakah 'Negara Mengendalikan Harga' di Gado-Gado Boplo Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu(4/6/2016).
Namun, dia juga mengakui bahwa ada banyak faktor sehingga masalah tersebut muncul hingga saat ini. Kemampuan ekonomi banyak orang yang mulai meningkat, membuat banyak orang ingin kembali ke kampung halalaman mereka untuk mudik pada saat menjelang lebaran.
"Dulu tidak ada yang meledak seperti saat ini ingin kembali ke kampungnya. Namun, sekarang orang kan sudah banyak yang mampu, sehingga pulang kampung ini menjadi tradisi," kata Politisi Partai Persatuan Pembangunan tersebut.
Diketahui, sebelumnya Presiden Joko Widodo sudah menegaskan bahwa kesetabilan harga menjelang lebaran dan pada saat lebaran nanti harus bisa terwujud. Dia pun meminta agar, harga daging sapi tidak boleh melebihi angka ratusan ribu rupiah per kilogramnya.
Komentar
Berita Terkait
-
Sinyal dari Thamrin: Isi Dompet Warga RI Mendadak Ludes, Apa yang Terjadi?
-
Niat Puasa Arafah Digabung Qadha Ramadan, Bayar Utang Sekaligus Hapus Dosa 2 Tahun
-
Bolehkah Puasa Arafah Digabung dengan Qadha Ramadan? Begini Hukumnya dalam Islam
-
Bolehkan Puasa Arafah tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Ini Penjelasannya
-
Beras Murah Naik Tajam, Harga Minyakita dan Cabai Bikin Emak-Emak Menjerit
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN
-
Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi