Suara.com - Sebagai wujud nyata dukungan terhadap program pemerintah membangun satu juta rumah, PT Graha Tunas Selaras (“GTS”), salah satu anak usaha PT Agung Podomoro Land Tbk. (“APLN”) mengembangkan kawasan 60 hektar Podomoro Gold View (“PGV”) di Cimanggis, Depok.
Melalui riset yang mendalam terhadap kebutuhan tempat tinggal terjangkau, rencana pengembangan PGV mencakup 25 Tower dengan sekitar 37 ribu unit apartemen.
“Tidak banyak developer yang berpartisipasi dalam program pemerintah ini, tetapi APLN melalui GTS aktif mewujudkannya dengan mengembangkan PGV Cimanggis. Kami mengharapkan semakin banyak masyarakat yang tinggal di tempat berkualitas dan lengkap fasilitasnya dengan harga terjangkau,” kata Vice President Corporate Marketing APLN, Indra Widjaja Antono saat groundbreaking PGV.
Pemerintah mempunyai program membangun satu juta rumah untuk mengatasi kebutuhan 15 juta rumah bagi masyarakat menengah kebawah. Melalui REI, Pemerintah menghimbau developer untuk turut mendukung program ini.
Lokasi Cimanggis dipilih karena merupakan kawasan yang menjanjikan baik untuk tempat tinggal maupun investasi. Untuk tempat tinggal, dengan jarak yang hanya 19 KM dari Cawang merupakan alternatif strategis. Sedangkan untuk investasi, dengan harga PGV sekitar Rp 9.4 Juta/m2 sangat kompetitif.
Bandingkan dengan harga apartemen di wilayah Tangerang dan Serpong yang jaraknya 24 KM dari Jakarta harganya tergolong tinggi yaitu Rp 17-20 Juta/m2. Begitu juga dibandingkan dengan Cikarang Bekasi yang jaraknya 20 KM masih sekitar Rp 13-15 Juta/m2.
Bahkan harga apartemen di wilayah Sentul dan Bogor yang jaraknya 35-46 KM dari Jakarta masih lebih tinggi, yaitu sekitar Rp 10-14 Juta/m2.
“Kami percaya untuk mengembangkan Cimanggis, karena ditopang pengalaman APLN, anggota dari Agung Podomoro Group (“APG”) yang telah berpengalaman lebih dari 46 tahun di dunia properti di Indonesia dan telah membangun sekitar 600.000 unit apartemen berskala kota yang lengkap dengan berbagai fasilitasnya,” tambah Indra.
Pembangunan PGV diharapkan juga berdampak positif terhadap masyarakat sekitar Cimanggis serta Cibubur dalam mengurai kemacetan. “ Pengaruh lainnya dengan harga tanah di sekitar menjadi meningkat, lingkungan ekonomi sekitarnya juga menjadi lebih hidup,” tambah Indra.
Sementara itu, Ass. Vice President Strategic Marketing Residential APLN, Agung Wirajaya menambahkan bahwa lokasi PGV sangat strategis karena terletak di pintu keluar Tol Jagorawi exit Cimanggis, bahkan akan mempunyai Stasiun Light Rail Transit (LRT) sendiri.
Penghuni PGV nantinya dapat dengan mudah menjangkau kawasan perkantoran Jakarta karena terintegrasi dengan sarana transportasi massal lain MRT dan Commuter Line.
Dengan kelebihan-kelebihan PGV maka tidaklah mengherankan sejak soft launching, animo masyarakat sangat tinggi. ”Sampai akhir April sudah terjual lebih dari 2.500 unit dan hingga akhir tahun 2016 ini, kami menargetkan menjual 5.000 unit apartemen," ujar Agung.
Tag
Berita Terkait
-
Selebgram Lula Lahfah Tewas Misterius di Kamar Apartemen, Polisi: Tak Ada Tanda Penganiayaan!
-
Polisi Temukan Obat dan Surat Rawat Jalan RSPI di Kamar Apartemen Selebgram Lula Lahfah
-
Selebgram Lula Lahfah Tewas di Apartemen Dharmawangsa! Polisi Langsung Olah TKP
-
Cermin Misterius di Unit 303
-
Aku, Gadis yang Meninggalkan Dunia
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
IES 2026 Menjadi Ruang Dialog Ekonomi, Energi, dan Daya Saing Indonesia
-
Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia
-
Permintaan Obligasi Indonesia Turun ke Titik Terendah dalam Setahun Terakhir
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Pertamina Gagalkan Pencurian 10 Ton Minyak Mentah di Prabumulih
-
Arief Muhammad Rambah Bisnis Baru, Portofolio Usaha Makin Besar
-
Pandu Sjahrir Beberkan Mekanisme Danantara Investasi di Pasar Saham
-
Danantara Tak Mau Ikut Campur Soal Saham Gorengan yang Diusut Bareskrim
-
Tak Lagi Andalkan Listrik, Bisnis Beyond kWh Didorong Jadi Sumber Pertumbuhan
-
Setelah Perbaiki KRAS, Danantara Bangun Pabrik Baja Baru