Pemerintah akan membentuk badan otorita untuk pengelolaan pariwisata Gunung Bromo. Badan otoritas itu nantinya melibatkan pemerintah pusat, juga empat kabupaten yang mengelilingi Bromo.
Menanggapi rencana itu, direktur Lembaga Pariwisata dan Pecinta Alam Mahasiswa Islam (LEPPAMI) Cabang Malang, M. Ma'ruf Asni mempertanyakan rencana pembentukan badan otoritas. Pasalnya, sebenarnya sudah ada Dinas Pariwisata, Perhutani dan Badan Lingkungan Hidup yang tugas pokok fungsinya cukup mampu menangani persoalan-persoalan tersebut.
"Kami mengapresiasi rencana pemerintah untuk membentuk suatu badan otoritas dalam rangka menarik wisatawan. Di lain sisi, pemerintah perlu memperhatikan agar tidak hanya sekedar membentuk lembaga baru yang sebenarnya cenderung boros anggaran, bayangkan! 10 triliun disiapkan untuk pembentukan Badan Otoritas ini." kata Ma'ruf dalam keterangan resmi di Malang, Sabtu (23/7/2016).
Menurut Ma'ruf, pemerintah seharusnya fokus untuk meningkatkan fungsi dan kerja-kerja dinas yang ada di lingkup Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang, diantaranya melalui evalusi kinerja dinas-dinas terkait atau perangkat-perangkat kerja terkait, menguatkan dan meningkatkan kapasitas dan pengawasan kinerja dinas terkait, dan lakukan kerja sama antar lembaga untuk mendukung visi Wonderful Indonesia.
"Evaluasi tersebut akan mampu meningkatkan pelayanan publik di sektor parwisata, sehingga Gunung Bromo sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan mampu menarik wisatawan baik internasional dan domestik," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) John Kenedie mengatakan saat ini pemerintah masih menggodok badan otorita itu.
"Kalau nantinya terbentuk, pengelolaan pariwisata Bromo dilakukan oleh badan otorita tersebut," ujar John.
Saat ini pengelolaan Bromo berada di bawah BB-TNBTS. Menurut John, dari 50 ribu hektar kawasan TNBTS, 430 hektar di antaranya sudah dimanfaatkan menjadi zona pariwisata. Tetapi jika nantinya Bromo memiliki badan otorita, maka pengelolaannya akan lebih fokus.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto menambahkan, keberadaan badan otoritas itu akan semakin memberi kontribusi kepada masyarakat Tengger. Badan otoritas ini nantinya melibatkan empat kabupaten, yaitu Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang. Anung berharap badan otoritas itu bisa terbentuk tahun ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Moody's Turunkan Outlook Peringkat Indonesia ke Negatif
-
BCA Wanti-wanti Gen Z: Hati-hati Beli Rumah Pakai KPR
-
Purbaya Datangi Perusahaan China Pengemplang Pajak, Rugikan Negara hingga Rp 5 T
-
Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi
-
Sempitnya Peluang Ekonomi RI, Saat Gelar Sarjana 'Keok' oleh Lulusan SD
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Cuma 5,11 Persen, Purbaya Akui Tak Sesuai Janji
-
Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya
-
Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF
-
7 Rekomendasi Dompet Digital Terbaik untuk Transaksi dari Luar Negeri
-
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa