Program Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (PSKPT), merupakan program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk pulau terdepan dimana Simeulue menjadi salah satu sasaran program tersebut. Investasi KKP melalui program PSKPT di Simeulue sejak 2015 hingga kini telah mencapai sekitar Rp59 miliar yang tersebar pada berbagai kegiatan dan lokasi di Simeulue. Harapannya adalah investasi tersebut bermanfaat langsung untuk masyarakat. Untuk pembangunan infrastruktur di PPI Lugu misalnya, telah dihabiskan sekitar Rp14 miliar yang meliputi renovasi cold storage, pembangunan Pabrik Es dan Air Blast Freezer (ABF) serta prasarana lainnya. Investasi yang telah ditanamkan akan mempunyai dampak langsung pada masyarakat Simeulue, jika dilengkapi dengan kajian inovasi.
Untuk mengotimalkan pemanfaatan investasi dari program PSKPT Simeulue, dalam pembangunan ekonomi Simeulue diperlukan kombinasi tipe inovasi: inovasi produk, inovasi proses, inovasi distribusi / pemasaran dan inovasi manajemen / organisasi. Namun, saat ini sedang berkembang inovasi sosial yang sangat efektif mengerakkan perekonomian.
Sentra Inovasi Teknologi (SINTEK) dan Bisnis Simeulue yang dibangun oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) melalui Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (PPSEKP) melakukan implementasi inovasi untuk dapat berpartisipasi memfungsikan berbagai fasilitas yang telah dibangun dengan investasi program PSKPT Simeulue. "Implementasi dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan agar integrasi inovasi yang tepat dapat diwujudkan dalam membangun perekonomian Simeulue," kata T. Rameyo Adi, Kepala PPSEKP dalam keterangan resmi, Jumat (29/7/2016).
Untuk meningkatkan Lapangan Kerja Industri Pengolahan yang mampu menyerap banyak tenaga kerja dan menumbuhkan bisnis di Simeulue, SINTEK & Bisnis Simeulue melakukan terobosan melalui tiga pilar. Tiga Pilar dimaksud, yaitu: menjadikan inovasi sebagai motor penggerak perekonomian, menumbuhkan entrepreneur di Simeulue, serta pembentukan kelembagaan yang dapat menjadi pelopor pemanfaatan inovasi dan penumbuhan entrepreneur dalam perekonomian Simeulue.
Terobosan melalui tiga pilar tersebut, disinergikan dengan membentuk kelembagaan SINTEK & Bisnis Simeulue. Kelembagaan ini diperlukan untuk: menghasilkan produk berbasis inovasi, menumbuhkan wirausaha / start up dalam perekonoman Simeulue, dan membangun kerja sama dengan Pemerintah Daerah / Lembaga Litbang / Perguruan Tinggi / Pengusaha untuk penelitian – pengembangan bisnis – pengembangan inovasi di Simeulue. Dengan demikian keberadaan SINTEK & Bisnis Simeulue dirancang untuk meningkatkan peran berbagai pemangku kepentingan (pemilik teknologi, pelaku usaha, pemerintah daerah & komunitas masyarakat) dalam meningkatkan kontribusi Lapangan Usaha Industri Pengolahan dalam perekonomian Simeulue dengan implementasi hasil penelitian.
Peran dari Sintek dan Bisnis Simeulue adalah membangun jaringan kerja dengan berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya adalah mendorong para pelaku usaha (pengusaha dari luar Simeulue) berintegrasi dalam perekonomian Simeulue. Integrasi ini diupayakan dapat diwujudkan melalui Pertemuan “Inisiasi Implementasi Hasil Penelitian Untuk Mengembangkan Perekonomian Simeulue”. Melalui pertemuan yang dilaksanakan pada 28 Juli 2016 ini pengusaha dapat memanfaatkan informasi hasil penelitian untuk berpartisipasi secara mandiri dalam perekonomian Simeulue, dan mendapat jaminan dukungan kebijakan dari Pemda Kab. Simeulue, serta inovasi dari Lembaga Litbang dan Perguruan Tinggi agar investasi mereka dapat berkembang.
"Melalui pertemuan “Inisiasi Implementasi Hasil Penelitian Untuk Mengembangkan Perekonomian Simeulue”, diharapkan dapat dihasilkan kesepakatan yang kongkrit untuk memanfaatkan berbagai infrastruktur yang terdapat di Simeulue (termasuk infrastruktur program PSKPT). Sehingga investasi pengusaha tersebut dapat meningkatkan produktivitas dan nilai tambah berbagai produk primer di Simeulue. Integrasi pengusaha dalam perekonomian Simeulue ini diharapkan juga akan mendorong berkembangnya inovasi baru dalam perekonomian Simeulue," tutup Rameyo.
Berita Terkait
-
Dana Rp300 Miliar Disiapkan Buat Bangun Industri Perikanan Natuna
-
KKP Targetkan Investasi Perikanan Swasta Tahun Ini Rp15 Triliun
-
KKP Pastikan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan Tepat Sasaran
-
KKP Klaim Kapal Asing Tak Berani Lagi Curi Ikan di Indonesia
-
Indonesia Dorong Dunia Perkuat Kualitas Data Perikanan
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
BCA Wanti-wanti Gen Z: Hati-hati Beli Rumah Pakai KPR
-
Purbaya Datangi Perusahaan China Pengemplang Pajak, Rugikan Negara hingga Rp 5 T
-
Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi
-
Sempitnya Peluang Ekonomi RI, Saat Gelar Sarjana 'Keok' oleh Lulusan SD
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Cuma 5,11 Persen, Purbaya Akui Tak Sesuai Janji
-
Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya
-
Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF
-
7 Rekomendasi Dompet Digital Terbaik untuk Transaksi dari Luar Negeri
-
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa
-
BEI Wajibkan Free Float hingga 25 Persen untuk Perusahaan yang Hendak IPO