Suara.com - Nggak ada orang yang mau hidup boros. Tapi gak sedikit orang yang terjebak kebiasaan boros, lalu rugi sendiri. Semoga kita gak termasuk di antaranya. Kebiasaan boros bisa dihindari kalau kita mau sedikit berkorban. Soalnya, kita mesti menjauh dari aktivitas yang terbilang enak-enak.
Nggak mesti jauh-jauh amat. Cukup menjaga jarak agar gak telanjur keblinger dan tenggelam di dalamnya.
Berikut ini cara untuk menendang kebiasaan boros:
1. Kurangi rokok
Mengurangi rokok di sini bukan berarti meminta rokok dari teman, meski itu termasuk penghematan juga sih. Daripada dibilang rokok modal napas doang—karena rokok dan koreknya minta—mending stop merokok sekalian.
Alasan kesehatan, itu sudah pasti. Yang juga pasti adalah alasan keuangan. Coba kalau duit rokok sehari, Rp 20 ribu, misalnya, disimpan. Kalikan 30 hari, udah Rp 600 ribu masuk tabungan, gak habis terbakar.
Tapi ini hanya berlaku buat yang punya hobi merokok, ya. Tapi bisa juga buat pasangannya. Kalau pacarmu suka merokok, bilang, “Mas/Dik, udah siap modal nikah, ya? Kok duitnya dibakar terus tiap hari?”
2. Jalan saja
Masak, mau ke minimarket deket rumah saja kudu naik sepeda motor? Jalan saja. Udah sehat, lebih ngirit pula. Nggak perlu bayar “duit parkir”, yang sebenarnya palakan kelompok preman setempat karena nggak resmi. Nggak perlu juga keluar duit bensin lebih banyak. Apalagi kalau bensinnya Pertamax.
Beda urusannya kalau tempatnya jauh, mesti pakai kendaraan. Ini berlaku juga buat pergi ke tempat lain, misalnya kantor. Hitung pengeluarannya, mana yang lebih ngirit. Mungkin saja lebih banyak duit bisa dihemat kalau naik angkot.
3. Turun tangan
Di mana-mana, kalau urus sesuatu pakai perantara pasti keluar lebih banyak duit. Coba deh kita urus sendiri, pasti lebih murah. Hindari calo biar nggak keluar duit berlebih. Orang sering pakai alasan sibuk, nggak punya waktu, dan sebagainya buat pakai calo.
Pertanyaannya, masak, sih, nggak bisa meluangkan sedikit waktu saja. Demi pundi-pundi agar lebih terisi, lho. Lagian, kalau pakai calo berarti kita ikut melanggengkan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Hayo, yang suka marah-marah sama koruptor.
4. Matikan listrik
Pada tahu belum, alat listrik yang nyolok di steker itu masih mengisap daya. Artinya, ada biaya yang mesti kita bayar walau alat itu lagi nggak digunakan. TV, misalnya, meski dalam kondisi mati, ia tetap memakai listrik buat stand-by. Charger handphone juga begitu. Masih mau bayar listrik meski lagi nggak menikmatinya?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat
-
Krisis Energi: Harga BBM Naik Ekstrem di Negara-negara Asia, Indonesia Waspada?
-
Dukung Perjalanan Finansial PMI, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026
-
Harga Emas Antam di Bawah 3 Juta saat Lebaran, Cek Rincian Lengkapnya di Sini!
-
Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking
-
IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa
-
Harga Emas Pegadaian Turun Saat Lebaran, UBS dan Galeri 24 Anjlok!
-
Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat
-
Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK
-
Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri