Bisnis / Makro
Senin, 08 Agustus 2016 | 14:50 WIB
Ilustrasi Jakarta (Antara)

Suara.com - Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin mengatakan data dan informasi yang akurat merupakan modal penting untuk menarik investor sebelum mereka memutuskan menanamkan modal di Indonesia.

"Data dan informasi menjadi yang utama bagi para investor sebelum memutuskan berinvestasi. Jadi diharapkan ada kerjasama dengan kementerian atau lembaga terkait agar penyajian data ini lebih akurat," kata Suryamin di kantor BKPM, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2016).

Suryamin mengakui selama ini BPS sering terlambat menyajikan data tahunan.

Agar tidak terlambat meng-update data, Suryamin meminta kerjasama antar kementerian dan lembaga negara ditingkatkan. Kerjasama penting dilakukan agar datanya terintegrasi dan bisa cepat diakses investor.

"Kita sudah punya data juga dari hasil-hasil survei tahunan yang tadi sudah saya sampaikan ada timeleg-nya. Kalau tahunan kita agak terlambat, mudah-mudahan dengan kerja sama ini dunia usaha yang disurvei BPS bisa lebih cepat lagi memberikan datanya karena dibutuhkan pemerintah cepat juga," katanya.

Hari ini, Badan Koordinasi Penanaman Modal dan BPS menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat data dan informasi investasi di Indonesia.

Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong berharap setelah ada kerjasama nanti tidak ada lagi tumpang tindih data investasi, seperti yang terjadi pada data pangan yang tak akurat dan membuat harga pangan menjadi bergejolak.

Load More