Suara.com - Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin mengatakan data dan informasi yang akurat merupakan modal penting untuk menarik investor sebelum mereka memutuskan menanamkan modal di Indonesia.
"Data dan informasi menjadi yang utama bagi para investor sebelum memutuskan berinvestasi. Jadi diharapkan ada kerjasama dengan kementerian atau lembaga terkait agar penyajian data ini lebih akurat," kata Suryamin di kantor BKPM, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2016).
Suryamin mengakui selama ini BPS sering terlambat menyajikan data tahunan.
Agar tidak terlambat meng-update data, Suryamin meminta kerjasama antar kementerian dan lembaga negara ditingkatkan. Kerjasama penting dilakukan agar datanya terintegrasi dan bisa cepat diakses investor.
"Kita sudah punya data juga dari hasil-hasil survei tahunan yang tadi sudah saya sampaikan ada timeleg-nya. Kalau tahunan kita agak terlambat, mudah-mudahan dengan kerja sama ini dunia usaha yang disurvei BPS bisa lebih cepat lagi memberikan datanya karena dibutuhkan pemerintah cepat juga," katanya.
Hari ini, Badan Koordinasi Penanaman Modal dan BPS menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat data dan informasi investasi di Indonesia.
Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong berharap setelah ada kerjasama nanti tidak ada lagi tumpang tindih data investasi, seperti yang terjadi pada data pangan yang tak akurat dan membuat harga pangan menjadi bergejolak.
Berita Terkait
-
BKPM Cabut Izin Perusahaan 10 Investor Bodong, Modal Rp10 Miliar Cuma Fiktif
-
Mesin Ekspor RI Kehilangan Tenaga! Sawit dan Baja Melemah Jadi Alarm Bahaya
-
Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi Pemberdayaan PNM untuk Usaha Ekonomi Sirkular
-
Dominasi PMDN, Ini Data Kinerja Investasi Indonesia 2025
-
Biaya Pendidikan Terus Naik, Ini Solusi Perencanaan Keuangan Bagi Orang Tua
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Sidang dr Tifa Dimulai dari Nol! Jaksa Limpahkan Lagi Kasus Ijazah Palsu Jokowi ke PN Jaktim
-
Kemarau Lumpuhkan 329 Telaga Air di Gunungkidul
-
Sama-sama Diperkuat Pemain Naturalisasi, Negara Tetangga Sirik dengan Timnas Indonesia
-
4 HP Murah Samsung Rp1 Jutaan Terbaik, Performa Stabil untuk Harian
-
Gempa Kumamoto Magnitudo 7,1 Menewaskan 13 Orang, Merubuhkan Mall Aeon Jepang
-
Purbaya Jamin Dana Otsus Papua dan Wilayah Terdampak Bencana Aman Tanpa Ganggu Fiskal
-
Head to Head Nguyen Dinh Bac vs Mitchell Baker, Adu Tajam Dua Bintang Muda di Piala AFF 2026
-
Beda! Datang ke Indonesia, AC Milan Minta Dapur Khusus, Chelsea Cuma Request Sandwich
-
Anom Widiyantoro dari Partai Apa? Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK
-
Lupakan Skor 7-0, Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Ujian Sesungguhnya di Piala AFF 2026