Sejumlah isu dibahas dalam 'working lunch' yang bertemakan tentang pembangunan inklusif. Namun, secara khusus Indonesia menyinggung peranan negara-negara G-20 untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Sesi keempat tersebut digelar di Banquet Hall, Hangzhou International Expo Center, Cina, pada Senin (5/9/2016).
"Tahun 2016 adalah tahun yang penting karena merupakan tahun pertama dari pelaksanaan Agenda 2030. Indonesia berkomitmen mencapai Agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan," demikian komitmen Presiden mengawali pesannya.
Agenda 2030 sendiri memiliki tujuan penting dalam pelaksanaannya, yakni sebagai pedoman bagi semua negara untuk menemukan solusi dari tantangan pembangunan global yang dihadapi. Agenda 2030 juga memiliki komitmen untuk meningkatkan kerja sama semua negara, baik negara maju maupun berkembang. Karena itulah Presiden Joko Widodo berkomitmen terhadap agenda tersebut dan mendorong negara-negara G-20 untuk turut berperan di dalamnya.
Presiden memberikan saran kepada para pemimpin negara yang hadir agar tujuan Agenda 2030 dapat tercapai. Pertama, dengan menciptakan kondisi ekonomi yang kondusif untuk pertumbuhan global yang kuat dan inklusif.
"Hal tersebut dicapai dengan cara meningkatkan akses pasar bagi negara-negara berkembang, mengatur sistem perpajakan internasional yang adil dan transparan, dan menghilangkan arus keuangan terlarang," tambah Presiden.
Adapun cara lainnya yang disarankan oleh Presiden ialah dengan menggalakkan pembangunan infrastruktur serta meningkatkan kerja sama teknologi ramah lingkungan dan mengurangi kesenjangan teknologi.
Indonesia sendiri telah mengambil langkah-langkah lebih lanjut untuk mengimplementasikan Agenda 2030. Beberapa di antaranya ialah dengan mengimplementasikan tujuan dari Agenda 2030 (Sustainable Development Goals) ke dalam Rencana Pembangunan Nasional, melibatkan sektor swasta, masyarakat sipil, dan organisasi, memberlakukan berbagai kebijakan dalam negeri untuk memastikan ketahanan pangan, serta akses kepada pendidikan dan kesehatan.
"Indonesia berkomitmen untuk bekerja sama dengan G-20 untuk menyukseskan pelaksanaan Agenda 2030," tutupnya.
Agenda 2030 (SDG) merupakan kelanjutan dari apa yang sudah dibangun dalam 'Millenium Development Goals' (MDG). Disepakati oleh perwakilan dari 193 negara pada September 2015, Agenda 2030 memiliki 17 tujuan global yang hendak dicapai, yakni:
1. Mengentaskan kemiskinan
2. Mencapai ketahanan pangan
3. Menjamin kesehatan dan kesejahteraan
4. Menjamin pendidikan yang berkualitas
5. Mencapai kesetaraan gender
6. Menjamin ketersediaan air bersih dan sanitasi
7. Menjamin akses terhadap sumber energi yang bersih dan terjangkau
8. Mendukung perkembangan ekonomi yang inklusif dan membuka lapangan pekerjaan
9. Mendorong industri, inovasi, dan infrastruktur
10. Mengurangi kesenjangan
11. Keberlanjutan kota dan komunitas
12. Pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
13. Bertindak terhadap perubahan iklim
14. Melestarikan kehidupan bawah laut
15. Melindungi kehidupan di darat
16. Membangun institusi peradilan yang kuat
17. Bekerja sama untuk mencapai tujuan
Berita Terkait
-
Di KTT G-20, Presiden Jokowi Minta Kebijakan Proteksi Dihapus
-
Jokowi Klaim Indonesia Contoh Negara yang Aktif Perangi Korupsi
-
Jokowi: Perlu Sistem Perpajakan Internasional yang Transparan
-
Jokowi Tegaskan Indonesia Bangun Ekonomi Terbuka & Inklusif
-
Dilecehkan Cina, Obama Tak Beri Tangga untuk Turun dari Pesawat
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok