Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menetapkan dua direktur baru pada jajaran direksi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yakni Djunia Satriawan sebagai Direktur Keuangan dan Faik Fahmi sebagai Direktur Usaha Pelabuhan.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Danang S Baskoro menyatakan bahwa bergabungnya dua direktur baru di jajaran direksi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) merupakan keputusan Kementerian BUMN selaku pemegang saham, yang diharapkan dapat berkontribusi positif untuk lebih memajukan perseroan.
Diketahui, Direktur Keuangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Djunia Satriawan sebelumnya berkarir di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai Head of Goods and Services Procurement Division, dan Direktur Usaha Pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Faik Fahmi, sebelumnya menjabat sebagai Director of Commercial & Business Development at PT Angkasa Pura II (Persero). Adapun posisi Direktur Keuangan PT ASDP telah mengalami kekosongan sekitar satu tahun, dan posisi Direktur Usaha Pelabuhan sebelumnya dijabat oleh Kemal Heryandri.
“Dengan pengalaman mereka sebelumnya di bidang masing-masing, saya meyakini keduanya dapat menjawab tantangan dan membawa pemikiran baru untuk lebih memajukan bisnis perusahaan ke depannya. Di tengah persaingan bisnis yang ketat, PT ASDP tentu membutuhkan pemimpin yang tangguh dan unggul untuk membawa perusahaan jauh lebih baik lagi di masa akan datang,” tutur Danang, di sela acara sertijab direksi baru di Kantor ASDP Indonesia Ferry (Persero), Kamis (15/9/2016).
Tahun 2016, perseroan membidik target pendapatan sebesar Rp2,6 trilliun atau tumbuh 118 persen dibandingkan realisasi tahun 2015 sebesar Rp 2,2 triliun. Sedangkan laba bersih perseroan ditargetkan sebesar Rp248 miliar hingga akhir tahun ini, atau tumbuh 110 persen dibandingkan realisasi tahun 2015 sebesar Rp224 miliar.
Pada Semester I-2016, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berhasil membukukan laba bersih Rp88,5 miliar atau tumbuh 22 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebesar Rp72,5 miliar. Perseroan juga berhasil meraih pendapatan sebesar Rp1,11 triliun atau tumbuh 3 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebesar Rp1,08 triliun.
Manajemen tengah menggenjot percepatan dan pembangunan infrastruktur pelabuhan dan peningkatan kinerja pendapatan, pelayanan serta keselamatan. Adapun total kebutuhan investasi untuk 2016 sekitar Rp2,3 triliun.
Komisaris Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Lalu Sudarmadi menyambut kehadiran dua direktur baru di level direksi, yang akan mengemban tugas mewujudkan goal perusahaan. “Sekarang direksi sudah full team, diharapkan dapat full speed juga dalam memajukan perusahaan. Kehadiran direksi baru diharapkan dapat berpikir out of the box, bertindak cepat dalam menjawab tantangan industry penyeberangan sehingga mampu berkontribusi lebih baik lagi demi kemajuan perusahaan, terlebih lagi untuk kemakmuran bangsa dan negara,” ujarnya.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) merupakan perusahaan feri pelat merah terbesar di Tanah Air bahkan di Asia dengan total jumlah armada 139 unit kapal. Saat ini, ada 195 lintasan pelayaran penyeberangan yang dilayani ASDP, dengan total panjang mencapai 24.600 kilometer, dari Sabang hingga Merauke yang menghubungkan seluruh pulau di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri
-
Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga
-
BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah
-
Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?
-
Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM
-
Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham
-
Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI
-
Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita
-
India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!
-
Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru