Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan akhr pekan (30/9/2016) turun 67,15 poin (-1,24 persen) ke level 5.364,80 Sementara Indeks LQ45 turun 17,49 poin (-1,86 persen) ke level
922,20. Pelemahan indeks mengikuti pelemahan bursa global dan regional seiring kekhawatiran investor terhadap bank-bank Eropa khususnya Deustche Bank.
Penjelasan tersebut tertuang dalam keterangan resmi Analys Recapital Securities, Kiswoyo Adi Joe, Senin (3/10/2016).
Frekuensi transaksi pada perdagangan sebanyak 263.936 kali dengan volume 10,09 miliar lembar saham senilai Rp9,04 triliun. Sebanyak 105 saham naik, 213 turun, dan 72 saham stagnan. Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (Foreign Net buy) senilai Rp384,7 milliar. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada posisi Rp 13.042 per dollar AS dibandingkan perdagangan kemarin di Rp12.972 per dolar AS.
Bursa Wall Street pada perdagangan akhir pekan (30/09) ditutup naik dipicu oleh penguatan signifikan saham Deutsche bank di tengah Perseroan yang hampir dekat menyelesaikan masalanhnya dengan Pengadilan Amerika. Dow Jones naik 164,70 poin (+0,91%) ditutup di level 18.308,15. S&P naik 17,14 poin (+0,80%) ditutup di level 2.168,27. Nasdaq naik 42,85 (+0,81%) ditutup di level 5.312,00.
"Secara teknikal, IHSG diperkirakan hari ini bergerak menguat dikisaran 5.330 (support) dan 5.410 (resistance)," kata Kiswoyo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan