Bank Mandiri terus meningkatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memberdayakan masyarakat. Terkait hal itu, perseroan menyalurkan KUR kepada nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lamongan, Jawa Timur guna meningkatkan kapasitas nelayan dalam menangkap hasil laut.
Penyerahan perjanjian KUR tersebut dilakukan oleh Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo kepada perwakilan nelayan serta disaksikan Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf di Tempat Pelelangan Ikan Brondong, Lamongan, Jawa Timur, Kamis (6/10/2016).
Menurut Kartika, saat ini komunitas nelayan menjadi bagian penting dalam jaring industri pengolahan ikan, yang merupakan salah satu klaster unggulan pencipta lapangan kerja dan penurunan angka kemiskinan. Oleh karena itu, penguatan kapasitas nelayan sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan penghasilan mereka.
“Penyaluran KUR ini dilakukan secara kolektif dengan melibatkan PT Kelola Mina Laut sebagai pembina para nelayan tersebut. Pelibatan perusahaan pembina diharapkan akan menghasilkan aktivitas penyaluran KUR yang berkualitas, tepat sasaran dan memberi hasil optimal,” jelas Kartika.
Kartika melanjutkan, langkah ini juga menjadi salah satu upaya perseroan untuk memperbesar penyaluran KUR secara keseluruhan, khususnya kepada para petani dan nelayan
Ditambahkannya, per September 2016, portofolio KUR Bank Mandiri secara nasional tercatat sebesar Rp8,79 triliun, atau sekitar 67 persen dari target tahun ini sebesar Rp13 triliun. Adapun KUR tersebut diberikan kepada 225.048 pelaku usaha mikro dan kecil.
Dari nilai tersebut, Rp5,66 triliun merupakan KUR segmen ritel, Rp3,12 triliun KUR mikro dan Rp6,56 miliar KUR yang diberikan kepada TKI. Sedangkan alokasi KUR Bank Mandiri terbesar berada di wilayah Jawa Timur, yaitu sebesar Rp1,32 triliun (15 persen), diikuti Provinsi Jawa Tengah Rp1,15 triliun (13 persen), dan Jawa Barat sebesar Rp903 miliar (10 persen).
Dalam penyaluran KUR, Kartika melanjutkan, perseroan memanfaatkan seluruh jaringan kantor penyalur KUR Bank Mandiri yang sebanyak 2.454 kantor, yang meliputi 994 cabang mikro dan 1.460 unit mikro di 34 provinsi.
Di samping itu, tutur Kartika, pihaknya juga secara konsisten melakukan kegiatan sosialisasi dan konsultasi kepada penerima KUR tentang proses pengajuan dan pemanfaatan KUR untuk penguatan bisnis.
Bantuan Hibah
Dalam upaya mendorong produktivitas nelayan dan memperkuat kualitas hidup nelayan, perseroan juga memberikan hibah berupa 1 unit timbangan berkapasitas 250-500 kg, 1 unit bak sampah, 5 gerobak sampah dan 300 keranjang ikan kepada para nelayan di lingkungan Tempat Pelelangan Ikan Brondong, Lamongan.
Di samping itu, perseroan juga melakukan pemeriksaan kesehatan gratis untuk sekitar 500 nelayan atau keluarga nelayan, serta akan melaksanakan khitanan massal bagi sekitar 100 anak nelayan.
Kartika mengatakan, seluruh bantuan tersebut juga merupakan realisasi komitmen perseroan dalam memperbaiki kesejahteraan masyarakat nelayan di Lamongan, Jawa Timur.
“Kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi perseroan kepada masyarakat nelayan di Lamongan dan Jawa Timur atas dukungannya kepada Bank Mandiri selama ini dalam pengembangan bisnis,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026