General Manager Perusahaan Listrik Negara Wilayah Nusa Tenggara Barat Karyawan Aji, mengatakan kedatangan "Karpowership" atau kapal pembangkit listrik "Gokhan Bey" dari Turki ditunda hingga Februari 2017.
"Rencana awal akan datang pada akhir 2016. Mudahan Februari sudah masuk ke Lombok," kata Karyawan Aji, di Mataram, Rabu (21/12/2016).
Ia mengatakan, Karpowership adalah kapal apung pembangkit listrik sewa antara PLN dan keluarga Karadeniz, sebagai bagian dari program 35.000 mega watt (MW) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, hingga 2019 mendatang.
Kapal yang akan menghasilkan energi listrik sebesar 60 MW itu nantinya akan ditempatkan di perairan komplek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang, Desa Kebon Ayu, Kabupaten Lombok Barat.
Kedatangan kapal listrik tersebut, kata Karyawan, nantinya akan menggantikan peran mesin pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sewaan dengan kapasitas 60 MW.
"Semua mesin pembangkit akan habis masa sewanya pada Maret 2016. Makanya mudahan Februari nanti kapal listrik itu sudah tiba," ujarnya.
Pihaknya sudah mengurus berbagai izin operasional agar kapal pembangkit listrik dari Turki itu bisa beroperasi di Pulau Lombok.
PLN juga sudah membangun jaringan transmisi yang nantinya dihubungkan dengan jaringan listrik dari kapal listrik tersebut.
"Nanti jaringan listriknya dari kapal ke gardu induk yang terhubung dengan sistem kelistrikan Lombok yang sekarang sedang dibangun," ucapnya.
Karyawan mengatakan, sistem Lombok merupakan yang terbesar, dengan daya mampu sebesar 285 MW dengan beban puncak tertinggi sebesar 230 MW, sehingga ada kelebihan daya sebesar 55 MW.
Berbeda dengan sistem Sumbawa yang hanya memiliki daya mampu sebesar 37,7 MW dengan beban puncak sebesar 38 MW.
Begitu juga dengan sistem Bima memiliki daya mampu sebesar 43,3 MW dengan beban puncak sebesar 42,7 MW.
Oleh sebab itu, lanjut dia, pasokan energi listrik di Pulau Sumbawa, masih perlu ditingkatkan, mengingat kebutuhan masyarakat dan dunia usaha di lima kabupaten/kota di pulau tersebut terus berkembang.
"Kami sudah membangun beberapa pembangkit listrik di Pulau Sumbawa, untuk meningkatkan daya pasok. Kapal listrik dari Turki juga nantinya bisa dipindahkan ke Pulau Sumbawa, ketika proyek pembangkit di Pulau Lombok sudah rampung," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
Terkini
-
Debut Jadi Deputi Bank Indonesia, Keponakan Prabowo Soroti Masalah Ini
-
BI Keluhkan Bunga Bank Baru Turun 40 Basis Poin
-
Bank Indonesia: Kredit Tumbuh 9,9 Persen di Januari
-
Bank Indonesia Dorong Optimalisasi Rp2.500 Triliun Kredit "Menganggur"
-
Kemenkeu Kantongi Rp 40 Triliun dari Lelang Surat Utang Negara
-
Bahlil: Jangan Mimpi Swasembada Energi Kalau Tak Ada Terobosan
-
Endus Gratifikasi Mobil Alphard Pejabat Kemenkeu, Purbaya Akan Hubungi KPK
-
BI: Investasi Asing Rp1,6 Miliar Dolar AS Masuk via SBN dan SRBI
-
Strategi Gojek Hindari Driver yang Meninggal Dunia Saat On Bid
-
Susul ANTM dan PTBA, PT Timah Juga Kembali Nyandang Nama Persero