Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Rabu (11/12/2017) menggelar rapat koordinasi dengan para stakeholders-nya membahas masalah rencana program kegiatan yang akan dilakukan di tahun anggaran 2017.
Acara yang dihadiri oleh anggota dan pimpinan DPP Organda, Dishub Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten, Dishub Kota dan Kabupaten se-Jabodetabek, Direktur Prasarana Ditjen Perhubungan Darat dan Direktur LLA KA Ditjen Perkeretaapian, Dirut KCJ, Transjakarta, PPD, Damri, MRT, LRT Adhi Karya, LRT Jakpro, Rail link, dan MTI dalam rangka Rapat Koordinasi Perhubungan se- Jabodetabek untuk mendiskusikan Rencana Penataan, Pengembangan dan Pembangunan Transportasi di Jabodetabek untuk Tahun Anggaran 2017.
Selama ini masing - masing pemerintah daerah di Jabodetabek sudah melakukan pembangunan bidang transportasi, tetapi masih berjalan sendiri - sendiri dan tidak terintegrasi. Standar yang dibuat pun tidak sama antar satu daerah dengan lainnya. Salah satu contoh dalam pembuatan halte bus Transjakarta, fasilitas halte belum standar, halte yang ada di luar Jakarta fasilitasnya masih tidak seragam.
"Jangankan antar daerah satu dengan lainnya di Jabodetabek, di satu wilayah saja masih tidak sinkron. Di DKI misalnya, sama-sama LRT tapi tidak ada saling diskusi. Masing-masing asyik membangun tanpa memikirkan mau naik LRT yang dibangun Jakpro samakah dengan yang dibangun oleh Adikarya? Harus naik apa dulu untuk sampai ke stasiunnya? Setelah turun dari LRT, trus naik apa untuk sampai di titik akhir tujuan. Itu harus dipikirkan dan diintegrasikan," Kata Kepala BPTJ Elly Adriani Sinaga saat menyampaikan sambutan pembukaan Rakornis tersebut.
Masing-masing stakeholder yang terlibat dalam pembangunan dan pengembangan transportasi Jabodetabek telah mempunyai APBN/APBD maupun sumber pendanaan lain untuk melaksanakan kegiatan pada Tahun Anggaran 2017. Selama ini BPTJ telah melakukan koordinasi secara intensif dan rencana pembangunan dan pengembangan transportasi se-Jabodetabek sebenarnya sudah dicantumkan di dalam RITJ.
Integrasi dan sinkronisasi program kegiatan merupakan aspek yang harus pertama yang diselesaikan agar integrasi transportasi dapat terbangun secara efektif dan efisien. "Kalau tidak diingegrasikan bisa duplikasi kegiatan dan seperti sekarang ini, bisa merepotkan pangguna jasa transportasi," kata Elly.
Dalam sambutan pembukaan rapat koordinasi (Rakor) tersebut, Elly juga mengatakan ada beberapa hal penting yang akan dilakukan oleh BPTJ untuk pembangunan dan pengembangan transportasi Jabodetabek Tahun Anggaran 2017 ini.
Beberapa diantaranya yaitu Pembangunan ATCS Terintegrasi, Pembangunan Fasilitas Keselamatan untuk Jalan Nasional, Pembangunan Database untuk Transportasi Se-Jabodetabek, Pengadaan Alat Komunikasi Pengawasan, Pengadaan Alat Survey termasuk Mobil Survey, dan Pengadaan Software Evaluasi Andalalin.
Baca Juga: Terminal Baru Bandara Depati Amir Mulai Dioperasikan
"Selain pembangunan tersebut, kita juga akan menyusun beberapa konsep penyelesaian masalah lalu lintas dan angkutan, yang outputnya berupa Pedoman, Masterplan atau Pengawasan," kata Elly.
Output yang berupa pedoman, masterplan dan pengawasan tersebut, menurut Elly akan dibagi menjadi Penataan Permasalahan Angkutan dan Penataan Permasalahan Terminal.
"Penataan Angkutan itu berupa Review ijin trayek dan pembenahan ijin. Untuk Penataan Terminal mencukup pembenahan komposisi, kualitas SDM, dan pengelolaannya. Jadi bukan hanya di pembenahan di daerah lingkungan kerja (DLKr) tapi juga pada Daerah Pengawasan.
Khusus untuk Pengelolaan Terminal, Elly juga mengatakan akan tetap dilakukan oleh daerah. "Sebagaimana surat yang sudah kami sampaikan, sambil menunggu selesainya proses penyerahan aset, pengelolaan terminal sementara tetap dilakukan oleh Daerah," papar Elly.
Untuk program Pengembangan Angkutan, Elly memaparkan nanti bentuknya berupa Ekstensi Transjakarta atau Transjabodetabek mulai dari bus track, halte, dan Detailed Engineering Desaign yang akan dibangun pada 2018.
Dalam Rakor tersebut, Elly juga menjelaskan bahwa Angkutan Permukiman harus terus digiatkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol