- Inflasi merupakan kenaikan harga barang menyeluruh yang menurunkan nilai mata uang akibat faktor produksi dan permintaan.
- Deflasi adalah penurunan harga barang secara terus-menerus yang dapat memicu lesunya ekonomi serta meningkatnya angka pengangguran.
- Stagflasi merupakan kondisi stagnasi ekonomi dan pengangguran tinggi yang dibarengi dengan kenaikan harga.
Suara.com - Ekonomi global sering kali terasa seperti roller coaster yang sulit ditebak. Harga barang bisa melonjak tiba-tiba atau justru merosot tajam. Fenomena ini biasanya berakar pada inflasi, deflasi, dan stagflasi.
Memahami ketiganya bukan sekadar urusan pakar ekonomi, melainkan kebutuhan dasar bagi siapa saja yang ingin menjaga daya beli dan merencanakan keuangan masa depan dengan lebih bijak.
Secara sederhana, ketiga kondisi ini mencerminkan "kesehatan" perputaran uang dan barang dalam suatu negara. Sementara inflasi yang stabil sering dianggap sebagai tanda pertumbuhan, deflasi yang berkepanjangan atau stagflasi yang stagnan dapat menjadi ancaman serius bagi lapangan kerja dan tabungan.
Lantas, apa perbedaan inflasi, deflasi, dan stagflasi? Simak penjelasannya berikut ini.
1. Inflasi
Menyadur accountable.de, nflasi bukan sekadar fluktuasi harga biasa, melainkan kenaikan harga secara menyeluruh yang menurunkan nilai mata uang.
Di Uni Eropa, fenomena ini diukur menggunakan Indeks Harga Konsumen Terharmonisasi (HICP), yang membandingkan total biaya belanja masyarakat saat ini dengan bulan yang sama di tahun sebelumnya.
Perhitungannya menggunakan sistem pembobotan. Barang dengan pengeluaran besar seperti bensin memiliki pengaruh sepuluh kali lipat lebih besar terhadap angka inflasi dibandingkan barang kecil seperti kopi.
Selain angka resmi, dikenal juga istilah "inflasi yang dirasakan". Hal ini terjadi karena secara psikologis kita lebih peka terhadap kenaikan harga barang yang sering dibeli, seperti makanan atau bahan bakar, dibandingkan barang yang jarang dibeli seperti mesin cuci.
Baca Juga: Harga LPG 12 Kg Melejit, Pemprov DKI Pantau Inflasi dan Wanti-wanti Tak 'Panic Buying'!
Itulah sebabnya, pengemudi kendaraan pribadi sering kali merasa inflasi jauh lebih tinggi daripada pengguna transportasi umum, meskipun data statistik menunjukkan angka yang berbeda.
Penyebab inflasi
Faktor-faktor ekonomi tertentu dapat menyebabkan inflasi. Berikut penyebabnya.
1. Kekurangan bahan baku
2. Peningkatan biaya tenaga kerja berupa upah atau non-upah
3. Inflasi impor (kenaikan harga barang impor)
4. Inflasi tarikan permintaan (permintaan melebihi penawaran)
2. Deflasi
Deflasi adalah kondisi saat harga barang turun dan nilai uang meningkat. Jika berlangsung lama, deflasi justru memicu pengangguran dan lesunya ekonomi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
BNI Ingatkan Nasabah Jaga Data Sensitif, Waspadai Modus Penipuan Digital
-
Harga Emas Antam Mulai Naik, Hari Ini dibanderol Rp 2,79 Juta/Gram
-
IHSG Uji Resistansi 7.120 di Tengah Reli Wall Street dan Volatilitas Harga Minyak
-
Batik Gunung Kendil Rembang Sukses Tembus Pasar Eropa
-
Tahun Ajaran Baru Datang, Orang Tua Jangan Cuma Fokus Seragam, Cek 5 Poin Krusial Ini!
-
Tren Penurunan Berlanjut, Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Terkoreksi
-
Wall Street Langsung Pecah Rekor Setelah Harga Minyak Anjlok
-
Trump Akan Temui Xi Jinping Bahas Perang Iran, Harga Minyak Dunia Turun
-
BSI Tebar Dividen Rp1,51 Triliun dan Angkat Komisaris Baru
-
Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya