Bisnis / Energi
Selasa, 05 Mei 2026 | 11:17 WIB
Konflik AS - Iran memanas di Selat Hormuz. [Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Harga minyak mentah Brent dan WTI terkoreksi tipis di pasar Asia pada Selasa, 5 Mei 2026 pagi.
  • Konflik militer AS dan Iran di kawasan Teluk memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas pasokan energi dunia.
  • Pemerintah AS meluncurkan Project Freedom untuk mengawal kapal komersial di tengah ancaman keamanan Selat Hormuz.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia terkoreksi tipis pada perdagangan Asia, Selasa (5/5/2026). Penurunan ini terjadi saat investor mulai menimbang risiko antara eskalasi ketegangan di kawasan Teluk dengan upaya Amerika Serikat dalam mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Mengutip dari Investing.com, harga kontrak berjangka minyak Brent yang berakhir pada bulan Juli turun tipis 0,5 persen menjadi 113,93 dolar AS per barel pada pukul 20:10 ET (07.10 WIB).

Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 1,2 persen menjadi 105,05 dolar AS per barel.

Pada sesi sebelumnya, minyak mentah Brent melonjak lebih dari 4 persen, dan WTI ditutup sekitar 6 persen lebih tinggi, didorong oleh konflik yang memanas antara AS dan Iran, termasuk serangan terhadap infrastruktur energi dan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Konflik militer yang kembali pecah antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Teluk telah merusak gencatan senjata dan memicu kekhawatiran global terkait dengan pasokan energi.

Situasi memburuk setelah Iran menyerang fasilitas infrastruktur di Uni Emirat Arab, khususnya di pelabuhan Fujairah.

Menanggapi krisis ini, pemerintah AS memperkenalkan Project Freedom, sebuah inisiatif pengawalan militer untuk membantu navigasi kapal komersial di Selat Hormuz melalui rute yang lebih aman.

Meskipun militer AS telah mulai mengawal armada kapal untuk menstabilkan arus perdagangan, para ahli menilai langkah ini hanya solusi jangka pendek.

Pasalnya, akar masalah geopolitik belum terselesaikan, sehingga harga minyak dunia diprediksi tetap fluktuatif mengikuti dinamika militer di lapangan.

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak 6 Persen Usai Iran Serang UEA, Selat Hormuz Makin Panas!

Load More