Di tengah ketidakpastian global yang sedang melanda, dalam kesempatan tersebut Presiden Joko Widodo juga mengajak seluruh pihak untuk tetap berlaku optimis. Sebab menurutnya, segala kesulitan apapun akan tetap dapat diatasi bila dihadapi dengan rasa optimis.
"Kita harapkan pada tahun ini semuanya optimis. Jangan ada kata-kata pesimis. Kesulitan apapun, tantangan yang banyak apapun, harus kita hadapi dengan rasa optimis. Dunia juga sama, kalau pemimpin-pemimpinnya tidak memberikan rasa optimis, bagaimana rakyatnya. Sulit? Iya sulit. Tantangan banyak? Iya tantangan banyak. Ekonomi global turun? Iya benar. Tapi setiap tantangan itu pasti ada juga kesempatan-kesempatan yang bisa kita ambil," kata Presiden Joko Widodo dalam pertemuan awal tahun dengan para pelaku industri jasa keuangan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/1/2017).
Posisi Indonesia sendiri dalam pertumbuhan ekonomi dunia masih berada pada posisi yang sangat baik. Bila dibandingkan dengan negara-negara G20 misalnya, Indonesia masih berada pada posisi tiga besar.
"Coba kita lihat pertumbuhan ekonomi kita dibandingkan negara-negara yang lain, terutama G20. Kita masih pada urutan yang ketiga setelah India dan Tiongkok. Artinya kita sebetulnya berada pada posisi yang sangat baik. Tapi ini pun harus terus kita perbaiki," kata dia.
Demikian halnya dengan tingkat inflasi. Selama beberapa tahun ke belakang, tingkat inflasi di Indonesia pernah mencapai angka 8 hingga 9 persen. Namun, belakangan tingkat inflasi mampu ditekan hingga pada Desember 2015 sebesar 3,35 persen.
"Coba kita lihat sisi inflasi kita. Angka-angka ini harus kita sampaikan untuk menguatkan rasa optimisme bahwa fundamental ekonomi kita adalah baik. Inflasi kita lihat tahun yang lalu 3,35. Pada tahun-tahun sebelumnya, kita 8 sampai 9. Sudah bisa kita injak sampai 3,35. Ini juga bukan angka yang mudah diperoleh," tutur dia.
Namun, yang kini menjadi perhatian tersendiri, mantan Gubernur DKI Jakarta ini tetap mengingatkan soal kesenjangan di Indonesia. Meski angka gini ratio di Indonesia menurun bila dibanding sebelumnya, menurut Jokowi hal tersebut masih tetap merupakan peringatan bagi pemerintah agar terus bekerja lebih keras.
"Kita memang sudah pada posisi yang kuning menuju ke merah. Lebih dari 14 tahun catatan saya gini ratio kita naik terus. Yang terakhir 0,41, tapi alhamdulillah tahun kemarin bisa diturunkan menjadi 0,397. Turunnya sedikit, tapi turun jangan naik. Angka kesenjangan inilah yang menjadi tantangan berat kita," tambah dia.
Oleh karena itu Jokowi mengajak seluruh pihak untuk bekerja lebih keras sambil tetap memupuk semangat optimis dalam menghadapi segala tantangan.
"Pekerjaan kita masih banyak dengan tantangan-tantangan yang makin berat, tetapi sekali lagi kita harus optimis menghadapi itu," pungkas dia.
Tampak hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad, dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur