Suara.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan menambah pembangkit listrik dengan total 75.900 megawatt (MW) hingga 10 tahun mendatang, dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017-2026.
"Total pembangkit yang akan dibangun adalah 75,9 gigawatt (GW) yang tersebar di seluruh Indonesia sesuai target dan rasio elektrifikasi yang tercantum dalam RUPTL," kata Direktur Perencanaan PLN Nicke Widyawati pada rapat dengar pendapat di Komisi VII Selasa (25/1) malam.
Nicke mengatakan, transmisi yang ditambah sebanyak 67.785 kms dan gardu induk 165.554 MVA.
Dengan penambahan kapasitas tersebut, kondisi kelistrikan di akhir 2019 ditargetkan dalam kondisi normal. Saat ini, kondisi kelistrikan 17 sistem pada akhir 2016, yakni 7 sistem normal dan 10 sistem siaga.
Ada pun penambahan kapasitas listrik ini mengikuti asumsi konsumsi listrik yang tumbuh sebesar 8,3 persen pada 2026. Asumsi tersebut menurun dari 8,6 dalam RUPTL 2016-2025 menjadi 8,3 persen pada RUPTL 2017-2026.
"Penurunan konsumsi hanya terjadi di Jawa dan Bali, untuk di luar Jawa dan Bali, terjadi peningkatan 0,1 sampai 0,2 persen," kata Nicke.
PLN juga akan memprioritaskan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Mulut Tambang dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) Wellhead dalam rangka meningkatkan keekonomian energi primer setempat dan efisiensi penyaluran tenaga listrik.
Dalam revisi RUPTL, program penyediaan listrik 35.000 MW tetap dijalankan namun realisasinya disesuaikan dengan pertumbuhan kebutuhan di masing-masing sistem.
Rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII pada Selasa malam dihadiri oleh Direktur Utama PLN Sofyan Basir dan jajarannya. Sementara itu, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jarman yang seharusnya mendampingi PLN, berhalangan hadir.[Antara]
Baca Juga: Bonie Hargens: Sepuluh Tahun Pak SBY Membuang Sampah
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz
-
Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura
-
Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim
-
Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang
-
Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM
-
Menteri LH: PT Agincourt Resources Boleh Kelola Tambang Emas Martabe Lagi
-
Purbaya: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik Harga
-
Layanan BRI Lebaran 2026: Cukup Scan QRIS, Bisa Kirim THR dalam Hitungan Detik via BRImo
-
BRI Siap Sedia Layani Nasabah Lebaran 2026: 627 Ribu E-Channel Aktif Layani Nasabah 24 Jam
-
[HOAKS] Presiden Prabowo Resmikan KUR BRI Tanpa Agunan