Suara.com -
Apakah Anda termasuk orang yang masih bingung cara mengatur keuangan yang baik? Bila merasa demikian, Anda tidak sendiri karena cukup banyak orang yang mengalaminya. Hal ini biasanya ditandai dengan kebingungan mengenai ke mana saja uang tersebut dibelanjakan, lalu timbulnya kesulitan keuangan pada akhir bulan, dan juga kesulitan dalam memenuhi kebutuhan.
Hal ini tentu saja sangat menjengkelkan, namun mungkin belum menemukan solusi yang tepat untuk mengatasinya
Mengatur keuangan memang gampang-gampang susah. Anda mungkin berpikir bahwa masalah utama adalah kecilnya penghasilan yang didapat, dan seandainya penghasilan yang dimiliki jauh lebih besar dari sekarang maka tuntas pula masalah keuangan Anda. Padahal kenyataannya tidak demikian, sering kali masalah keuangan timbul dari cara pengaturan yang salah dan bukan dari besar kecilnya penghasilan.
Cara pikir untuk menunggu hingga mempunyai penghasilan besar sangat merugikan karena membuat Anda terus menunda untuk mulai mengatur keuangan dengan baik. Ingatlah bahwa besar kecilnya uang sangat relatif. Bisa saja penghasilan meningkat pesat tapi pengeluaran juga meningkat jauh karena adanya keinginan untuk meningkatkan gaya hidup secara drastis.
Untuk itu, kembali pada prinsip bahwa pengaturan keuanganlah yang memegang peran penting dan untuk membantu Anda agar mengetahui cara mengatur keuangan yang baik, berikut tips yang dapat diterapkan:
Perkirakan pemasukan dalam sebulan
Hitunglah berapa perkiraan total penghasilan dalam sebulan. Lebih baik lagi bila dapat memperkirakan dengan pasti karena akan memudahkan dalam merencanakan keuangan. Pengeluaran tentu bergantung juga dari seberapa besar dana yang dimiliki, sehingga mengetahui pemasukan merupakan langkah pertama yang harus dilakukan.
Catat pengeluaran dalam sebulan
Catat dengan lengkap dan detail mengenai pos pengeluaran besarannya dalam satu bulan. Urutkan dari pengeluaran yang menjadi kebutuhan pokok, sehingga Anda dapat memastikan bahwa kebutuhan pokok sudah terpenuhi. Mencatat pengeluaran berguna agar Anda dapat mengetahui seberapa dana yang dapat digunakan untuk kebutuhan lain seperti investasi.
Tentukan porsi untuk menabung, pengeluaran dan kegiatan lainnya
Hal ini sangat penting agar Anda dapat mengimbangi antara kebutuhan saat ini dengan perencanaan masa depan yang ditampung dengan tabungan. Sebaiknya Anda dapat menabung sebesar 30% dari penghasilan. Idealnya, dana untuk ditabung ini harus disisihkan di awal, baru sisa dana bisa gunakan untuk memenuhi pengeluaran Anda.
Sebisa mungkin hindari utang
Utang akan membuat Anda terlena dan merasa dapat memenuhi pengeluaran lain. Padahal utang merupakan kewajiban yang tetap harus dibayar di masa yang akan datang. Selain itu, utang juga mengenakan bunga sehingga sebenarnya tidak menguntungkan bagi keuangan Anda. Apalagi ada risiko keterlambatan pembayaran yang mengakibatkan bunga semakin tinggi.
Jangan sampai Anda terjerat utang dan penghasilan banyak digunakan untuk membayar cicilan saja. Utang yang harus dihindari terutama adalah utang konsumtif seperti utang kartu kredit. Sementara bila Anda ingin mengambil utang rumah atau kendaraan, maka pastikan memilih kredit dengan bunga yang paling kompetitif dan juga cicilan yang sesuai dengan kemampuan.
Lakukan investasi
Investasi berguna agar dana Anda dapat berkembang dan melebihi nilai inflasi. Saat ini cukup banyak produk investasi, mulai dari properti, reksa dana, hingga saham. Pelajari dan pilihlah produk yang memang sesuai dengan kondisi keuangan dan karakter Anda.
Baca juga artikel Cermati lainnya:
Tips Menjalankan Bisnis di Era MEA Bagi Pelaku Usaha
Perhatikan Hal ini Sebelum Ambil Kredit Motor Bekas
25 Kata-Kata Bijak dari Figur-Figur Terkemuka
| Published by Cermati.com |
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
PLN Tegaskan Listrik Jawa Sudah Pulih, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Kejar Penerimaan Pajak, DJP Akui Coretax Bisa Pantau Transaksi Bank hingga Konsumsi Listrik Warga
-
Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!
-
YLKI Desak PLN Tanggung Jawab Pemadaman Listrik Berulang, Soroti Kompensasi Konsumen
-
Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond Dapat Perlindungan Hukum Khusus dari Danantara
-
Rupiah Kembali Melemah Meski BI-Rate Naik 100 bps, Pakar Ungkap Penyebabnya
-
Harga Emas Pegadaian: Antam Detaki Rp2,8 Juta per Gram, Disusul UBS dan Galeri24
-
Perundingan Damai AS-Iran Alot, Harga Minyak Dunia Naik Kembali ke USD80
-
IHSG Menghijau di Senin Pagi, Cek Saham yang Cuan
-
Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen