ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO) memberikan penghargaan Distinguished Honorary Fellow kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) A. Hermanto Dardak mewakili Presiden AFEO kepada Menteri Basuki, pada acara Bedah Kamus Istilah Pengembangan Wilayah dan Pengukuhan Badan Kejuruan Teknik Perwilayahan PII, di Jakarta, Selasa (7/2/2017).
Pemberian penghargaan dari AFEO kepada Menteri Basuki sebenarnya dilakukan pada acara 34th Conference of The Asean Federation of Engineering Organization (CAFEO) di Puerto Princessa, Palawan, Filipina, 22 November 2016. Namun dikarenakan berhalangan hadir, penghargaan tersebut diterima oleh Ketua Umum PII A. Hermanto Dardak.
Konferensi tersebut dihadiri oleh kurang lebih 900 orang peserta yang merupakan anggota asosiasi insinyur dari 10 negara Asean. Jumlah peserta dari Indonesia sendiri yang hadir sebanyak 57 orang dari berbagai cabang keinsinyuran.
“Penghargaan diberikan atas keberhasilan Menteri Basuki dalam membangun infrastruktur yang efektif dan bermanfaat secara luas,’ kata Hermanto.
Disamping itu, AFEO juga memberikan penghargaan untuk proyek infrastruktur PUPR yakni pengembangan Jalan Lingkar Nagreg, dan Jembatan Merah Putih di Ambon. Proyek-proyek tersebut dianggap merupakan solusi signifikan di lingkungannya.
Jalan Lingkar Nagreg sepanjang 5,4 km dibangun untuk memecah kemacetan yang kerap dialami pengguna jalan dari arah Bandung menuju Garut dan Tasikmalaya maupun sebaliknya hingga berjam-jam saat lalu lintas padat, namun kini hanya 10 menit. Selain mengurangi kemacetan, hadirnya Jalan Lingkar Nagrek juga mengurangi terjadinya kecelakaan yang terjadi di Tanjakan Nagreg yang curam.
Jalan Lingkar Nagreg dibangun dengan membelah bukit dengan konstruksi menggunakan pilar-pilar beton sebanyak 130 buah dengan tinggi 15 meter di kedua sisinya.
Sedangkan Jembatan Merah Putih yang terletak di Teluk Ambon, Provinsi Maluku dibangun pada tahun 2011 dan diresmikan pada 2016. Jembatan tersebut mempersingkat waktu tempuh dari Kota Ambon menuju Bandara Pattimura dan sebaliknya.
Baca Juga: Kementerian PUPR akan Bangun Dermaga TNI AL di Ambon
Jarak antara Bandara Pattimura ke Kota Ambon berkisar 35 kilometer dan ditempuh selama 60 menit karena harus memutari teluk Ambon. Adanya jembatan memangkas waktu tempuh menjadi hanya 10-15 menit. Jembatan tersebut merupakan jembatan terpanjang di Kawasan Timur Indonesia dengan panjang 1,14 km.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Sorot Agincourt, Prabowo Instruksikan Penilaian Proporsional Izin Tambang Martabe
-
Bahlil: Presiden Instruksikan Cek Ulang Izin Tambang Emas Martabe
-
BRImo Perkenalkan Fitur QRIS Tap, Kini Bayar TransJakarta Jadi Lebih Praktis dan Mudah
-
Bank Mandiri Salurkan Lebih dari 7,45 Juta Bansos pada 2025 untuk Akselerasi Ekonomi Kerakyatan
-
Prabowo 'Pelototi' Jeffrey Hingga Hasan Usai jadi Bos Baru BEI dan OJK
-
Ciri-ciri Phishing dan Tips Agar Terhindar dari Penipuan Online
-
Profil PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) dan Pemilik Sahamnya
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Rp68.781, Beras Khusus dan Daging Kerbau Lokal Ikut Naik
-
Bos Unilever (UNVR) Indonesia Lapor, Laba Tembus Rp7,6 Triliun di 2025
-
Rupiah Keok, Dolar AS Naik ke Level Rp16.818