Bisnis / Keuangan
Kamis, 12 Februari 2026 | 10:29 WIB
Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (11/2/2026). [Suara.com/Rina]
Baca 10 detik
  • Prabowo pantau ketat BEI dan OJK demi transparansi pasar modal.
  • Peringatan dipicu laporan MSCI dan anjloknya pasar saham yang coreng citra bursa.
  • Jeffrey Hendrik dan Hasan Fawzi diingatkan untuk serius menjaga kepercayaan investor.

Suara.com - Sinyal keras dikirimkan Istana ke jantung pasar modal Indonesia. Presiden Prabowo Subianto melalui Utusan Khusus Bidang Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, memberikan peringatan terbuka kepada dua bos baru di otoritas bursa dan keuangan yakni Pjs Dirut BEI Jeffrey Hendrik dan Pjs Kepala Eksekutif OJK Hasan Fawzi.

Langkah "bersih-bersih" dan pengetatan pengawasan ini dipicu oleh sorotan tajam dunia internasional. Belum lama ini, Morgan Stanley Capital International (MSCI) melemparkan rapor merah terkait transparansi di pasar saham Indonesia. Sentimen negatif ini sempat membuat pasar saham domestik goyang dan menjadi perbincangan panas di kalangan investor global.

"Jadi, saya tujukan ini kepada Anda, Pak Jeffrey, dan Anda, Pak Hasan, pemerintah akan mengawasi Anda dengan ketat. Dan saya serius," tegas Hashim, dikutip Kamis (12/2/2026).

Hashim mengingatkan bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi adanya celah yang merusak kepercayaan pasar. Ia bahkan menyentil drama jatuhnya pasar saham pekan lalu yang berujung pada desakan pengunduran diri sejumlah pihak.

"Kita semua tahu apa yang terjadi minggu lalu, kan? Morgan Stanley, jatuhnya pasar saham. Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri," tambahnya dengan nada memperingatkan.

Pesan ini menjadi alarm bagi BEI dan OJK bahwa di bawah kepemimpinan Prabowo, stabilitas dan transparansi pasar modal bukan sekadar imbauan, melainkan kewajiban yang dipantau langsung dari meja Presiden.

Load More