- Laba bersih UNVR 2025 capai Rp7,6 triliun berkat transformasi dan divestasi.
- 16 Power Brands (Rinso, Bango, dll) tumbuh 9,1% dan kuasai 75% penjualan.
- Arus kas naik 1,7x lipat menjadi Rp4,9 triliun dengan kondisi utang nol.
Suara.com - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025. Emiten raksasa konsumer ini berhasil mencatatkan laba bersih total sebesar Rp7,6 triliun, didorong oleh langkah transformasi strategis dan divestasi bisnis yang tepat sasaran.
Dalam laporan keuangan yang telah diaudit, Perseroan mengantongi penjualan bersih dari operasi yang masih berjalan (continuing operations) sebesar Rp31,9 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 4,3% secara tahunan (yoy).
Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap mengungkapkan, capaian ini merupakan hasil dari momentum pemulihan yang terus menguat berkat perubahan struktural yang disiplin.
"Hasil kinerja kami menunjukkan bahwa langkah-langkah tegas yang kami terapkan telah memberikan dampak berkelanjutan, tercermin dari pertumbuhan dan peningkatan profitabilitas," ujar Benjie dalam konfrensi persnya secara virtual, Kamis (12/2/2026).
Jika menilik lebih dalam, laba bersih dari operasi yang masih berjalan mencapai Rp3,5 triliun, atau melesat 21,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini semakin impresif jika biaya transformasi dikesampingkan, di mana laba bersih inti sejatinya berada di angka Rp4,1 triliun.
Kesehatan finansial UNVR juga terlihat dari arus kas bebas (free cash flow) yang mencapai Rp4,9 triliun, naik 1,7 kali lipat dibandingkan tahun lalu, dengan posisi utang nol.
Lonjakan laba total hingga Rp7,6 triliun sendiri turut dipengaruhi oleh keuntungan dari operasi yang dihentikan, termasuk hasil dari divestasi strategis bisnis Es Krim dan Teh Sariwangi.
Sepanjang 2025, Unilever menjalankan strategi "buang beban" dengan melepas kategori yang pertumbuhannya melambat. Fokus dialihkan pada 16 merek utama (Power Brands) seperti Pepsodent, Bango, Royco, Sunlight, dan Rinso.
Hasilnya nyata: ke-16 merek tersebut berkontribusi sebesar 75% dari total penjualan dengan angka pertumbuhan mencapai 9,1%. Selain itu, segmen dengan pertumbuhan tinggi kini menyumbang 9,8% terhadap portofolio perusahaan, naik dari sebelumnya 8,0%.
Baca Juga: Sequis Life Perkuat Ekspansi dengan Catat RBC 572% dan Aset Rp23,43 Triliun
Menatap tahun 2026, Benjie Yap tetap optimis meski mengakui adanya tantangan musiman. Penjualan pada kuartal I-2026 diprediksi sedikit melambat karena pergeseran waktu perayaan Idul Fitri yang lebih awal.
"Kami memulai 2026 dengan keyakinan pada fondasi yang telah dibangun. Prioritas kami tetap pada pertumbuhan yang didorong oleh kualitas dan volume, melampaui tren pasar," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Rp68.781, Beras Khusus dan Daging Kerbau Lokal Ikut Naik
-
Rupiah Keok, Dolar AS Naik ke Level Rp16.818
-
Harga Emas Antam Masih Dibanderol Rp 2.947.000/Gram
-
Momentum Ramadan, Begini Cara Bikin QRIS GoPay untuk Pedagang Takjil
-
IHSG Bergerak 2 Arah di Kamis Pagi, Betah di Level 8.000
-
Pasar Modal Mau Diawasi Ketat Sama Prabowo, Bos BEI: Kami Dapat Dukungan
-
Daftar Emiten RI yang Turun Kasta Versi MSCI
-
Klarifikasi OJK soal 4 Surat dari MSCI Diabaikan: Kami Baru Dengar!
-
Airlangga Bocorkan Strategi Benteng Pertahanan Baja RI
-
Masih Ada Potensi Longsor, Kementerian PU Percepat Penanganan Reruntuhan Tebing di Aceh Tengah