Suara.com - Jika kita lihat, seseorang yang memiliki penghasilan lumayan dan belum menikah cenderung akan lebih bisa menghemat gaji bulanannya. Selain itu, sudah pastilah tabungan dan investasinya ada di mana-mana.
Tapi, jangan salah dulu, faktanya banyak orang yang berstatus “lajang” masih sulit untuk mengatur keuangan. Bahkan sebelum akhir bulan saja gajinya sudah habis entah ke mana. Hal ini menyebabkan mereka harus meminjam ke sana kemari saat “tanggal tua” telah tiba.
Apa yang menyebabkan hal di atas terjadi? Sudah pastilah karena boros dan tindakan konsumtif dari orang tersebut. Jika memang Anda adalah salah seorang yang konsumtif dan sangat sulit untuk mengatur keuangan, maka perlu untuk mencoba beberapa tips yang akan dibahas berikut ini.
Hidup Hemat
Sudah pasti hidup hemat akan membuat Anda tidak perlu khawatir jika tanggal tua sudah tiba. Toh dalam kehidupan sehari-hari Anda tidak boros dan menggunakan uang sesuai dengan apa yang dibutuhkan.
Hemat bukan berarti pelit, jangan karena ingin berhemat membuat Anda menjadi sengsara. Misalnya: Anda ingin makan steak, namun karena prinsip “berhemat” Anda jadi mengurungkan niat untuk makan steak. Hemat di sini maksudnya mengeluarkan jumlah uang sesuai kebutuhan. Belajar hidup hemat juga menguntungkan, sesuai dengan pepatah “hemat pangkal kaya”.
Hilangkan Prinsip “Mumpung Masih Muda, Saatnya Bersenang-Senang”
Masa muda memang masa yang sangat menyenangkan. Apalagi jika sudah bisa menghasilkan penghasilan sendiri dan belum memiliki tanggungan. Gaji yang diperoleh hanya ditujukan untuk diri sendiri bukan orang lain.
Maka banyak orang sering mengatakan “masa muda harus dinikmati, senang-senang aja. Masa tua biarlah menjadi urusan belakang”. Jika menerapkan prinsip demikian, Anda tidak akan mempunyai tabungan di hari tua sehingga di mas itu Anda bisa saja melarat. Maka dari itu, jangan pernah memakai prinsip demikian. Justru masa muda adalah saat yang tepat untuk menabung. Setuju tidak?
Jangan Terlalu Sering Nongkrong
Nongkrong salah satu kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan. Apalagi bagi kaum muda, rasanya hidup terasa hampa jika tidak nongkrong dengan teman-teman. Sungguh tidak disalahkan jika Anda pergi nongkrong, namun ingat kondisi keuangan juga.
Seperti yang diketahui, nongkrong termasuk salah satu kebiasaan yang menghabiskan uang dalam jumlah yang tidak sedikit.
Misalnya saja dalam sebulan Anda nongkrong 6 kali dan biaya yang dikeluarkan setiap nongkrong Rp100.000, maka 6 x Rp100.000 = Rp600.000. Sungguh jumlah yang tidak sedikit bukan?
Memprioritaskan Kebutuhan
Dalam hidup, banyak orang yang membelanjakan uangnya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya sehingga ia bisa bertahan hidup. namun perlu diketahui, kebutuhan dan keinginan adalah dua hal yang sangat berbeda. Kebutuhan adalah hal pokok yang harus dipenuhi, sedangkan keinginan adalah nafsu atau segala sesuatu yang diinginkan untuk memuaskan diri Anda.
Agar gaji bulanan tidak habis di tengah jalan, ada baiknya untuk memisahkan antara kebutuhan dan keinginan. Telitilah dalam memilah-milah keduanya. Kalau perlu, Anda bisa menuliskannya untuk menjadi gambaran apa yang diperlukan per bulannya.
Contoh kebutuhan per bulan antara lain bahan makanan, biaya listrik, air, telepon, internet, biaya transportasi, komunikasi, asuransi, cicilan rumah, dan cicilan kendaraan.
Menabung
Seperti yang telah disinggung di atas, menabung akan memberikan banyak manfaat dalam kehidupan kita. Jika Anda sulit menabung, tidak ada salahnya sedikit “memaksakan” diri untuk melakukannya.
Contoh:
- Jika telah menerima gaji bulanan, 15% dari total gaji bersih sebaiknya ditabung. menabung 15% dari total gaji perlu dilakukan setiap bulannya agar tabungan Anda bisa semakin bertambah banyak seiring berjalannya waktu
- Jika menabung di bank bukan cara yang tepat, Anda bisa berinisiatif untuk menyimpan uang dalam bentuk celengan. Toh uang yang sudah masuk celengan tidak bisa diambil setiap saat.
Hindari Menggunakan Kartu Kredit
Beli ini itu menggunakan kartu kredit? Buang kebiasaan lama Anda. Mulai sekarang, sediakanlah uang kontan saat berbelanja. hal ini akan membantu Anda dalam memaksimalkan pengeluaran yang ada. Bayangkan jika Anda berbelanja dengan kartu kredit tanpa limit, maka Anda akan sesuka hati untuk membeli ini itu yang akan membuat total cicilan kartu kredit membengkak tiap bulan plus bunga yang harus dibayarkan.
Baca juga artikel Cermati lainnya:
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran
-
Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk
-
Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas
-
Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
-
Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!
-
Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci
-
Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan
-
Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat
-
Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun
-
Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026