Pemerintah terus menambah panjang jalan tol di Indonesia untuk meningkatkan konektivitas guna memperlancar distribusi dan menurunkan biaya logistik barang dan jasa. Koordinasi antar lembaga pemerintah juga semakin intensif untuk mendukung skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) pada proyek jalan tol. Pada hari Rabu (22/2/2017), di kantor Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian dilakukan beberapa penandatangan perjanjian terkait KPBU proyek jalan tol.
Pertama, penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Ruas Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat, penandatanganan PPJT. Kedua, penandatanganan Perjanjian Penjaminan, dan Perjanjian Regres Jalan Tol Ruas Cileunyi – Sumedang – Dawuan dan Ruas Serang – Panimbang. Ketiga penandatanganan Perjanjian Penjaminan dan Perjanjian Regres Jakarta Cikampek II elevated dan Ruas Krian – Legundi – Bunder – Manyar. Selain itu juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Menteri Keuangan dan Menteri PUPR terkait Penjaminan Proyek KPBU Jalan Tol.
Penandatanganan PPJT dilakukan oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) dengan Badan Usaha Pemenang Lelang. Turut hadir menyaksikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution yang juga selaku Ketua Komite Percepatan Persiapan Infrastruktur Prioritas (KPPIP,) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo.
“Ini merupakan keberhasilan pemerintah dalam mewujudkan percepatan penyediaan lima proyek jalan tol dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU),” kata Darmin dalam keterangan resmi, Kamis (23/2/2017).
Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani, penandatanganan ini merupakan hasil sinergi antarak. “Masing-masing memiliki peran yang sangat penting, sebagaimana bentuk perkuatan sinergi yang telah disaksikan di dalam nota kesepahaman yang telah kami tandatangani, “Jelasnya.
Terkait target penyelesaian, Menteri Basuki mengatakan 3 (tiga) ruas tol yaitu Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat, Cileunyi – Sumedang – Dawuan, dan Serang – Panimbang dengan nilai kontrak Rp27,1 triliun ditargetkan akan operasi pada tahun 2019. "Setelah penandatanganan ini, langsung bekerja,”ungkapnya.
Jalan Tol Serang-Panimbang yang dikerjakan oleh konsorsium PT Wijaya Karya (Persero) Tbk akan dibangun sepanjang 84 km dengan dana sebesar Rp5,3 triliun.
Pembangunan ruas tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat sepanjang 143 km memiliki nilai investasi sebesar Rp13,4 triliun, menggunakan skema penugasan kepada PT. Hutama Karya. Selanjutnya, PT. Hutama Karya bersama PT. Jasa Marga dan anak perusahaan PT. Waskita Karya, yaitu PT. Waskita Toll Road membentuk Special Purpose Vehicle (SPV).
Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat yang merupakan bagian dari Tol Trans Sumatera diharapkan mampu mendorong pengembangan Wilayah Sumatera dan khususnya mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei dan KSPN Danau Toba sebagai destinasi wisata yang diprioritaskan.
Baca Juga: Kementerian PUPR Normalisasi Sungai di Jakarta
Jalan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan sepanjang 58 km dengan nilai investasi Rp8,4 triliun bertujuan untuk mendukung rencana pembangunan Bandara Kertajati, sekaligus salah satu solusi dalam mengatasi kepadatan lalu lintas di Jalur Selatan (Bandung – Cirebon) yang disambungkan dengan Jalan Tol Padalarang – Cileunyi.
Semtara pembangunan Tol Serang – Panimbang sepanjang 84 km dengan nilai investasi sebesar Rp5,3 triliun bertujuan meningkatkan aksesibilitas Banten Selatan dan mendukung perekonomian di KSPN/KEK Pariwisata Tanjung Lesung serta untuk menunjang percepatan perluasan pembangunan ekonomi nasional.
Kedua ruas ini (Cileunyi – Sumedang – Dawuan dan Serang – Panimbang) menggunakan skema Supported Built, Operation, dan Transfer. Dukungan Pemerintah berupa sebagian konstruksi sepanjang 29 km pada Jalan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Seksi Cileunyi – Sumedang) dan sepanjang 33 km pada Jalan Tol Serang – Panimbang (Seksi Cileles – Panimbang).
Sebagai dukungan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Cileunyi – Sumedang – Dawuan juga mempunyai kewajiban untuk membangun sepanjang 6 km pada Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang – Panggang – Kayuagung.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bank Mandiri Jalankan 1.174 Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Sepanjang 2025
-
Klasterku Hidupku BRI Jadi Penggerak UMKM Panaba Banyuwangi
-
Danantara Segera Mulai Pembangunan Pabrik Bioetanol di Banyuwangi
-
Kementerian PU Angkut 698 Ton Sampah dari Aceh
-
BRI Dorong UMKM Batam Lewat MoU Investasi dan Digitalisasi Qlola
-
IHSG Menguat Lagi, Purbaya: Pasar Mulai Terima Thomas Djiwandono
-
Profil Shinhan Sekuritas, Digeledah Polisi Imbas Dugaan Saham Gorengan
-
Merger Trio Anak Usaha Pertamina Dikebut
-
Diminta Bereskan Saham Gorengan, Purbaya: Jangan Biarkan Investor Ritel Rugi
-
Purbaya: Saya Tak Bisa Kendalikan Saham, Tapi Pastikan Ekonomi Naik Cepat