Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan tiga tahunan 6th Network of Asian River Basin Organizations (NARBO) pada 22 - 24 Februari 2017 yang berlangsung di Gedung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Imam Santoso terpilih menjadi Chairperson NARBO yang baru untuk periode tiga tahun mendatang.
NARBO yang dibentuk pada 2004 dimana salah satu penggagasnya adalah Menteri PUPR Basuki Hadimuljono merupakan wadah antar negara untuk berbagi pengetahuan dan bertukar pengalaman dalam manajemen Sumber Daya Air (SDA) terpadu. Ketika pertama didirikan, NARBO hanya beranggotakan 11 negara dan kini semakin berkembang menjadi 18 negara anggota.
“Dalam wadah ini, para anggota tidak hanya bertemu dalam kapasitasnya sebagai profesional di bidang SDA, namun juga sebagai keluarga,”kata Menteri Basuki dalam penutupan pertemuan tersebut, Jumat (24/2/2017).
Ditambahkan seiring dengan perkembangan NARBO dalam 12 tahun ini sebagai jejaring, juga telah membawa perkembangan baik kapasitas profesional anggotanya maupun institusinya.
Selain isu ketahanan pangan, Menteri Basuki memandang pentingnya pengelolaan air dalam menghadapi cuaca yang ekstrim dan berpotensi menimbulkan bencana alam. Indonesia sekarang ini mengalami intensitas hujan yang tinggi sehingga beberapa daerah mengalami banjir. Bahkan daerah aliran sungai yang sebelumnya tidak pernah mengalami banjir, tahun ini terjadi banjir cukup besar.
Sementara itu Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Imam Santoso, mengatakan NARBO merupakan jejaring River Basin Organization di Asia yang identik dengan organisasi Balai Wilayah Sungai yang ada di Kementerian PUPR.
Terkait isu ketahanan pangan, tambah Imam, Kementerian PUPR telah menjawabnya melalui program pembangunan 65 bendungan, pembangunan 1 juta hektar jaringan irigasi baru, serta rehabilitasi 3 juta hektar jaringan irigasi untuk meningkatkan indeks penanaman di sejumlah lahan pertanian.
Tahun ini sebanyak 30 bendungan dalam tahap konstruksi, dan tahun 2018 akan dibangun tambahan sembilan bendungan baru. Saat ini desainnya masih menunggu persetujuan Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNI-BB), sehingga kapan pelelangan dilakukan dan besaran anggarannya belum dapat dipastikan. Namun diperkirakan anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 7 triliun.
Baca Juga: Menteri Basuki: Lebih Efektif Kurangi Sampah dari Sumbernya
Sembilan bendungan baru yang akan dimulai pembangunannya tahun ini yakni Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Lausimeme di Provinsi Sumatera Utara, Bendungan Komering II di Provinsi Sumatera Selatan, Bendungan Bener di Provinsi Jawa Tengah, Bendungan Way Apu di Provinsi Maluku, Bendungan Pamukkulu di Provinsi Sulawesi Selatan, Bendungan Baliem di Provinsi Papua, Bendungan Sidan di Provinsi Bali dan Bendungan Temef di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
“Diantara sembilan bendungan tersebut, menurut penilaian kami yang akan siap dilelang terlebih dahulu adalah Bendungan Pamukkulu,” kata Imam.
Selain ketahanan pangan, isu yang juga dibahas dalam forum organisasi pengelolaan sungai tersebut diantaranya terkait kelangkaan air, kualitas air, pengendalian banjir, pengamanan pantai, dan pemenuhan kebutuhan air baku.(
Berita Terkait
-
Kementerian PUPR Lakukan Penanganan Sementara Jembatan Cisambeng
-
Akses Kredit Rumah Bagi Pekerja Informal Semakin Terbuka
-
Puncak Diguyur Hujan Sejak Siang, Bendung Katulampa Siaga 3
-
Tembus Keterisolasian, Pemerintah Buka Jalan Pantai Utara Papua
-
Pendanaan Infrastruktur Dalam 5 Tahun Butuh Rp800 Triliun
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
Terkini
-
Bahlil Sindir Purbaya Lagi, Kali Ini Soal Lifting Minyak
-
Bahlil: Kuota Produksi Batu Bara Dipangkas Biar Harga Naik
-
Lebih dari 390 Ribu Pelanggan Manfaatkan Program Electrifying Agriculture & Marine PLN hingga 2025
-
Purbaya Bocorkan Strategi Ekonomi ala Prabowo, Singgung Sumitronomics
-
Keasikan Terbang, IHSG Justru Melorot Imbas Aksi Ambil Untung
-
Wamenkeu Minta Bunga Kredit Pusat Investasi Pemerintah Maksimal 4 Persen, Tak Boleh Lebihi Bank
-
Wamenkeu Minta Penerima Kredit Ultra Mikro Surakarta Ditambah, Baru Ada 25 Ribu Orang
-
Rupiah Sendirian Terpuruk di Asia, Tumbang ke Level Rp 16.828/USD
-
Kuota Produksi Dipangkas 71 Persen, PT Weda Bay Nickel Minta Pemerintah Revisi
-
Kemenkeu Ubah Kawasan Kumuh Surakarta Jadi Rumah Layak Huni, Gelontorkan Anggaran Rp 4,48 M