Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui pembangunan infrastruktur, turut berkontribusi mendukung pertumbuhan dan mengurangi kesenjangan ekonomi di Provinsi Lampung. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, ekonomi Lampung pada tahun 2016, tumbuh sebesar 5,15 persen, atau sedikit menguat dibanding pertumbuhan tahun 2015 sebesar 5,13 persen.
Keterpaduan pembangunan infrastruktur PUPR di Provinsi Lampung dilakukan melalui Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) Pertumbuhan Terpadu Merak – Bakauheni – Bandar Lampung – Palembang – Tanjung Api-Api atau disingkat MBBPT sebagai backbone pengembangan wilayah yang bertumpu pada koridor jalan tol untuk mendorong optimalisasi pemanfaatan potensi ekonomi kawasan produktif seperti industri, pariwisata, agrikultur dan kawasan metropolitan.
Pembangunan Jalan Tol Bakauheni – Terbanggi Besar dengan panjang 140,9 Km menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) dari 8 ruas tol Trans Sumatera yang tengah dibangun oleh Kementerian PUPR bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Hutama Karya.
Jalan tol Bakauheni – Terbanggi Besar, memiliki nilai investasi sebesar Rp16,79 triliun dimana pekerjaannya telah dimulai sejak 2015.
Pada tahun 2017, beberapa ruas dapat diselesaikan yaitu ruas Pelabuhan-Bakauheni (8,9 km) dan ruas Lematang – Kota Baru (5,64 km) di bulan Maret 2017, serta ruas Branti – Metro (13,5 km) dan ruas gunung Sugih – Terbanggi Besar (10 km) pada bulan Desember 2017. Sisanya ditargetkan selesai pada 2018.
Sedangkan untuk Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung sepanjang 186 Km, progresnya saat ini telah dilakukan penetapan lokasi (penlok) oleh Gubernur Lampung, proses pembebasan lahan dan persiapan konstruksi pada ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang sepanjang 12 Km.
Selain pembangunan jalan tol, infrastruktur strategis lainnya yang dibangun yakni Bendungan Way Sekampung yang terletak di Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung yang berada pada dua kabupaten, yaitu Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu, direncanakan memiliki kapasitas tampung 46 juta m3 dan berfungsi untuk irigasi, air baku dan mengurangi resiko banjir.
Kontrak Bendungan Way Sekampung ditandatangani pada November 2016, terbagi menjadi dua paket yang dikerjakan oleh PT. PP dan PT Waskita Karya sebagai kontraktor pelaksana dengan biaya sebesar Rp 1,84 triliun termasuk pengawasan. Saat ini pekerjaan konstruksi sudah mulai di lapangan dan ditargetkan akan selesai pada tahun 2010.
Baca Juga: 2017, Dana Infrastruktur Papua dan Papua Barat Rp7,61 Triliun
Di bidang Perumahan akan dilakukan pembangunan rumah susun sebanyak 274 unit di Kabupaten Lampung Selatan (174 unit), Mesuji (70 unit) dan Lampung Timur (30 unit).
Selain itu, Kementerian PUPR juga memiliki program rumah swadaya yang menargetkan sebanyak 3.000 unit dalam bentuk Program Padat Karya, yang mampu menyerap sebanyak 12.000 tenaga kerja dan 16.000 penerima manfaat dengan anggaran Rp 45 miliar.
“Selain infrastruktur besar, Kementerian PUPR juga ditugaskan untuk penyediaan lapangan kerja melalui pembangunan infrastruktur dengan skema padat karya,” tutur Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi, Senin (6/3/2017).
Dari total anggaran Kementerian PUPR tahun 2017 untuk provinsi Lampung sebesar Rp1,8 triliun, juga dialokasikan pembangunan infrastruktur dengan skema padat karya yang melibatkan sebesar Rp195,53 miliar yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Lampung.
Sebagai contoh, program padat karya di bidang Sumber Daya Air (SDA), berupa perbaikan dan rehabilitasi jaringan irigasi kecil/tersier. Bidang Bina Marga, melalui pembersihan median jalan, saluran drainase jalan, dan pengecatan trotoar. Terakhir, untuk bidang Cipta Karya, keterlibatan masyarakat melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS), Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dan Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW).
Tag
Berita Terkait
-
2017, Dana Infrastruktur Papua dan Papua Barat Rp7,61 Triliun
-
Papua dan Papua Barat Jadi Fokus Pembangunan Infrastruktur PUPR
-
Lampung Kebut Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera 252 Kilometer
-
Kontrak 4.141 Paket Pekerjaan di Kementerian PUPR Telah Diteken
-
Pembangunan MRT Jadi Inspirasi Bagi Kementerian PUPR
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?
-
Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?
-
Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?
-
Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris
-
Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam