Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyampaikan kekaguman dan rasa takjub melihat perubahan yang terjadi Kampung Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) kini telah berubah menjadi Kampung Wisata Topeng di Desaku Menanti Dusun Baran Kelurahan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang Malang.
“Saya melihat wajah-wajah bahagia hari ini dan saya bersyukur warga yang sebelumnya gelandangan, pengamen, dan pengemis kini perlahan sudah lebih mandiri, punya usaha sendiri dan nyaman tinggal di rumahnya masing-masing,” tuturnya kepada warga penerima manfaat Program “Desaku Menanti” di Dusun Baran, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (12/3/2017).
Mensos mengaku kagum menyaksikan perubahan di kampung berpenghuni 40 Kepala Keluarga ini. Dikatakan, lingkungan kampung tampak bersih, area bermain anak yang memadai, toilet umum, pusat makanan (foodcourt), tanaman gantung tertata rapi di gapura kampung, taman-taman bunga, dua topeng raksasa berdiri tegak melatarbelakangi hunian tetap warga. Sementara itu sejumlah anak-anak tampak duduk rapi menghias topeng-topeng mini dengan cat warna-warni, sedangkan beberapa orang dewasa menjaga etalase kaca berisi topeng-topeng Malangan yang dijual mulai Rp10.000 hingga Rp25.000 per topeng.
“Saya senang melihat perubahan positif ini. Apalagi dengan upaya keras Dinas Sosial Kota Malang bersama Pemkot Malang yang telah ‘menyulap’ kampung ini menjadi Kampung Wisata Topeng. Ini gagasan yang sangat kreatif,” katanya.
Mensos berharap dengan adanya Kampung Wisata Topeng, warga terdorong untuk melakukan usaha-usaha ekonomi kreatif dengan pendampingan yang dilakukan baik pemda maupun swasta.
Seperti diketahui, Kampung Gepeng yang kini telah menjadi Kampung Wisata Topeng ini merupakan bagian dari Program Rehabilitasi Sosial gelandangan dan pengemis melalui pengembangan model program Desaku Mananti.
Program ini merupakan solusi efektif untuk mewujudkan Indonesia Bebas Gelandangan, Pengemis dan Anak Jalanan pada akhir 2017.
Sebelumnya 40 Kepala Keluarga warga Desa Baran adalah gelandangan, pengemis, dan pengamen jal. Kementerian Sosial bersama dengan Pemerintah Kota Malang, didukung BUMN dan swasta menyerahkan 40 unit rumah sebagai tempat tinggal baru berikut dengan isi rumah.
Baca Juga: Khofifah Puji BNI dan BUMDes Bangun Desa Wisata di Malang
Selain bantuan tersebut, juga diberikan berbagai bantuan sosial untuk mendorong mereka mandiri seperti bantuan Kelompok Usaha Bersama. Mereka juga diberikan pelatihan keterampilan sehingga mereka bisa berkarya dan berpenghasilan. Melalui berbagai bantuan sosial ini diharapkan tidak ada lagi yang kembali ke jalanan dan menjadi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di masyarakat.
Sementara itu Mensos mengatakan dari semua upaya yang telah dilakukan, harus didukung promosi dan sosialisasi yang masif melalui media massa, media sosial, biro wisata, dan sebagainya.
"Saya minta semua pihak mari bantu kampung ini menjadi sejahtera dan mandiri. Rekan-rekan media bisa mengangkat beritanya, wisatawan mengunggah foto-foto ke media sosial, netizen berkunjung dan memberikan kesan-kesan di twitter, pemda membuat kampanye dan pake-paket wisata menarik, sehingga penyebaran informasi tentang Kampung Wisata Topeng ini semakin luas," harap Khofifah.
Kepada Wali Kota Malang, Mensos meminta secara khusus agar dapat menggerakkan anak-anak sekolah bersama guru untuk berkunjung ke Kampung Wisata Topeng. Anak-anak dapat belajar membuat topeng, mewarnainya, sekaligus belajar sejarah topeng Malangan.
"Kemudian kepada warga, tolong jaga lingkungan ini tetap bersih, rapi dan berikan sambutan yang baik serta layanan yang berkualitas kepada wisatawan. Agar makin banyak orang datamg berkunjung dan membeli kerajinan tangan di sini," tutup Mensos.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN