Suara.com - Pada tahun 2020 mendatang, industri perbankan akan menghadapi pasar bebas ASEAN. Investasi dari berbagai negara di ASEAN akan bebas masuk ke wilayah Indonesia.
Melihat hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan meminta kepada perbankan nasional untuk bersiap-siap menghadapi persaingan pasar bebas tersebut. Bank-bank nasional juga harus bisa berinvestasi di negara-negara ASEAN.
"Jadi jangan nanti cuma jago kandang saja, semua harus terintergrasi satu sama lain agar tidak kalah bersaing dengan negara lainnya," kata Kepala Departemen Komunikasi dan Internasional, Otoritas Jasa Keuangan Triyono dalam acara media gathering di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/4/2017).
Selain itu, dalam pasar bebas ASEAN tersebut perbankan nasional tidak perlu berpikir akan berjuang sendirian, pasalnya pemerintah juga akan membantu perbankan nasional untuk menghadapi persaingan tersebut.
Ada beberapa mekanisme yang diatur sebelum pasar bebas perbankan diberlakukan tahun 2020 mendatang. Salah satunya, ASEAN Banking Integration Framework atau ABIG.
ABIF ini nantinya akan menyediakan akses pasa dan keleluasaan beroperasi di negara anggota ASEAN bagi QAB yakni bank-bank ASEAN yang memenuhi persyaratan tertentu yang telah disepakati bersama oleh ASEAN.
"Kalau tidak ada ABIF tidak ada alokasi, dengan ABIF kita bisa batasi misalnya Malaysia hanya masuk masksimum tiga. Jadi nggak perlu khawatir," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
DPR-Danantara Mau 'Serok' Saham BUMN, Emiten Bank Himbara Siap-siap Rebound?
-
Telkom Gelar RUPST Tahun Buku 2025 dan Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun
-
Bahlil Ngebut Terapkan B50, Uji Coba Belum Tuntas
-
DPR Kumpulkan Bos Himbara, Bahas Rencana Buyback Saham BUMN saat Harga Murah
-
Lesu di Lapangan Banteng, Mengapa Purbaya Layak Diganti?
-
CFX Dorong Kedaulatan Ekosistem Aset Kripto Nasional Lewat Inovasi dan Infrastruktur Digital
-
Cabai Tembus Rp78.850, Bawang dan Beras Ikut Naik, Tekanan Harga Pangan Makin Berat
-
Minerba Sempat Dihantui Ketidakpastian, Industri Lega Pemerintah Batalkan Skema Gross Split
-
Ketegangan Iran - Israel Belum Reda, Brent Naik jadi 94,38 Dolar AS per Barel
-
Rupiah Mulai Bangkit Lawan Dolar AS ke Level Rp18.144, Apa Untungnya untuk Ekonomi?