Sebagai bagian dari persiapan pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WB) yang akan diselenggarakan di Bali pada Oktober 2018, sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur Pulau Bali sebagai destinasi pariwisata unggulan di tanah air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Bina Marga tengah menyiapkan pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai di Kabupaten Badung, Bali.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan pada prinsipnya Kementerian PUPR siap melakukan pembangunan underpass tersebut, jika Pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten Badung berkomitmen membantu penyelesaian pengadaan lahannya.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Basuki saat meninjau lokasi rencana pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Sabtu (1/4/2017).
"Pertemuan tahunan IMF adalah agenda internasional yang sangat penting. Untuk itu pemerintah akan memberi dukungan penuh kepada Pemerintah Daerah terkait di Bali agar event ini dapat berlangsung dengan lancar," tutur Menteri Basuki.
Turut hadir mendampingi, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Inspektur Jenderal Kementerian PUPR Rildo Ananda Anwar, Direktur Preservasi Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII I Ketut Darmawahana dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.
Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto mengungkapkan pembangunan underpass tersebut ditargetkan selesai sebelum diselenggarakannya pertemuan tahunan IMF sehingga diharapkan dapat membantu mengurai kemacetan jalan utama akses keluar-masuk bandara Ngurah Rai dan akan langsung terkoneksi dengan pintu tol Bali Mandara.
"Kita punya problem kemacetan disini, karena pertemuan arus dari Tol Bali Mandara ke arah Bandara, dan dari Nusa Dua ke Denpasar. Kita akan rancang underpass ini dari arah Sanur ke Nusa Dua. Panjangnya 600 meter," ujar Arie.
Arie mengungkapkan salah satu tantangan dalam pembangunan underpass tersebut adalah lokasinya yang berdekatan dengan bandara, sehingga tidak dapat menggunakan peralatan konstruksi yang terlalu tinggi karena dikhawatirkan mengganggu pesawat yang hendak terbang dan mendarat.
Baca Juga: Jembatan Cinta di Bali Sudah Berfungsi Kembali
"Konsep desainnya sudah selesai, tinggal bagaimana kita dorong percepatannya melalui penggunaan teknologi agar selesai dalam waktu satu tahun," kata Arie.
Selain lokasinya yang berdekatan dengan bandara, diungkapkan Arie juga terdapat beberapa sarana umum yang harus dipindahkan saat pembangunan, salah satunya adalah pipa gas melintang dari Teluk Benoa ke arah bandara.
"Untuk biaya, perkiraannya sekitar Rp 200 miliar. Paket yang akan dilelangkan yaitu design and build sehingga diharapkan lebih cepat dan dapat langsung ditangani oleh satu kontraktor," kata Arie.
Menurutnya dalam waktu satu bulan ke depan disiapkan semua persyaratan untuk proses lelang, sehingga diharapkan dalam waktu 3 bulan proses lelang sudah bisa dimulai.
"Selanjutnya direncanakan dalam lima bulan ke depan konstruksi dapat dimulai. Bersamaan dengan itu kita akan lakukan pembebasan lahan dan memindahkan utilitas, salah satunya pipa gas tadi," tutur Arie.
Selain membangun Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Arie mengungkapkan juga berencana akan melakukan perbaikan geometrik jalan berupa penambahan satu lajur jalan di persimpangan Udayana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
A Stone Sat Still, Buku Anak yang Mengajarkan Empati Lewat Sebuah Batu
-
Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Ancam Gencatan Senjata
-
Kubu Febrie Ajukan Praperadilan, Klaim untuk Menjernihkan Proses Hukum
-
Ciri-Ciri Orang yang Memiliki Weton Tulang Wangi, Kenali Sifat dan Aura Menurut Kepercayaan Jawa
-
Link Daftar Upacara 17 Agustus Istana Merdeka 2026 Tak Bisa Diakses? Ini Solusinya
-
Pria Bersenjata Senapan Serbu Teror Area Klub Golf Donald Trump di California
-
Head to Head Ter Stegen vs Maarten Paes: Siapa Lebih Layak Jadi Kiper Nomor 1 Ajax?
-
Purbaya Janji Tambah Dana SAL ke Bank Jika Rp 400 Triliun Masih Kurang
-
Dari Desa Wisata Menuju Lestari, Cara Kemiren Belajar Mencintai Lingkungan
-
5 Sepatu Lari Kiprun Terbaik: Nyaman Dipakai Jogging, Tempo Run hingga Maraton