Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah menetapkan Pahala Nugraha Mansury sebagai Direktur Utama maskapai pelat merah tersebut. Mantan Direktur Bank Mandiri tersebut menggantikan Arif Wibowo.
Selain Pahala, pemegang saham juga mengangkat dua profesional lainnya sebagai direktur perusahaan, yaitu Puji Nur Handayani untuk posisi Direktur Produksi dan Nina Sulistyowati sebagai Direktur Marketing dan Teknologi Informasi.
Masuknya tiga direksi baru untuk menggantikan empat direksi yang diberhentikan, menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Pasalnya, kursi Direktur Operasional dibiarkan kosong oleh pemegang saham. Padahal, jabatan tersebut memegang peranan penting dalam sebuah perusahaan transportasi. Publik bertanya, siapa yang kemudian akan menjadi komandan hilir mudiknya ratusan pesawat Garuda Indonesia dari dan menuju berbagai bandara di kota-kota dalam dan luar negeri? Siapa yang akan bertanggung jawab jika kemudian terjadi keterlambatan penerbangan, insiden kecil sampai kecelakaan fatal jika tidak ada Direktur Operasi?
Menurut Komisaris Utama Garuda Indonesia, Jusman Syafii Djamal, masyarakat sebetulnya tidak perlu khawatir akan terjadi kekacauan operasi tanpa adanya Direktur Operasi Khusus di maskapai berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "Sebetulnya preseden tentang nomenklatur Direktur Produksi telah terjadi. Yakni di Citilink ada Hadinoto. Ketika Pak Arif (Wibowo) masih menjadi Direktur Utama. Dan mendapatkan izin dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) serta tidak dinilai melanggar CASR," kata Jusman dalam keterangan resmi, Jumat (14/4/2017).
Jusman menjelaskan bahwa nomenklatur Direktur Produksi dimaknai sebagai mata rantai nilai tambah. Sebuah business proses dalam suatu sistem yang mengintegrasikan dan mensinergikan Fungsi Operations Systems untuk Safety for Airborne atau Sistem berupa tatacara dan mekanisme untuk menjamin kualitas Safety operasi armada Pesawat untuk di operasikan dan Fungsi Engineering Berupa system dan mekanisme serta SOP untuk menjamin kelaikan dan kesehatan pesawat terbang.
"Di Garuda Ada Chief Operations, ada Chief Pilots, ada Chief Engineering plus Garuda Maintenance Facilities. Rentang tanggung jawabnya jelas dan sesuai CASR. Jadi bisa diaudit. Safety is the foundation of Airline. Apalagi buat Garuda sebagai Flag Carrier Indonesia tak mungkin ada kompromi di Safety of Airplane operations," ujar Mantan Menteri Perhubungan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.
Jusman menegaskan bahwa Garuda sedang mentransformasi proses bisnisnya berdasarkan pendekatan sistem untuk integrasi dan synergy antar core competency. Sebab Garuda memiliki 156 Pesawat baik badan lebar maupun narrow body dan juga ATR serta CRJ ada beberapa jenis tipe. Ada rute international ada rute domestik. Kondisi ini membuat Garuda mengelola pesawatnya dengan tatacara yang berbeda ketika menghadapi tekanan kompetisi yang semakin ketat.
"Perlu optimalisasi utilitas pesawat, pengaturan rute, deployment crew agar On Time performance terjaga. Sebab customer ingin Garuda tepat waktu sesuai jadwal. Apalagi harga avtur Pertamina 12-20 persen lebih mahal dibanding dengan Singapura. Safety pasti jadi fondasi bisnis airline," tutup Jusman.
Baca Juga: Alvin Lie: Ada yang Janggal di Pergantian Direksi Garuda
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Bulog Bidik APBN untuk Pengadaan 4 Juta Ton Beras 2026, Demi Lindungi Petani dan Jaga Harga Pangan
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN
-
Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
-
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
-
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal