Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor yang meningkat secara signifikan sejak awal tahun memberikan kontribusi terhadap ekonomi Indonesia yang tumbuh sebesar 5,01 persen (yoy) pada kuartal I 2017.
Anggota Komisi XI DPR RI, Donny Imam Priambodo mengatakan, pertumbuhan (growth) sebesar 5.01 tentunya adalah awal yang bagus di kwartal tahun ini. Selain itu, Donny yakin pertumbuhan ini, karena sektor non migas serta jasa.
“Artinya, permintaan negara tujuan ekspor sudah mulai membaik. Itu pertanda ekonomi dunia mulai membaik. Semoga kuartal berikutnya akan meningkat lagi,” kata Donny di Jakarta, Jumat (5/5/2017) malam.
Terkait konsumsi rumah tangga yang nampaknya belum bergairah pada kuartal pertama ini dibandingkan triwulan satu 2016 yang tumbuh 4,97 persen, menurut Donny, kalau konsumsi memang tergantung kepada pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat. Dengan adanya perlambatan ekonomi dalam negeri tentunya hal ini akan memicu turunnya konsumsi. Apalagi jika pengangguran meningkat.
Politisi Nasdem ini menegaskan, tantangan ekonomi yang harus jadi perhatian pada kuartal kedua, baik dari sisi dalam negeri dan global, bahwa ekspor dan investasi harus naik signifikan, inovasi harus dilakukan, pasar baru tujuan ekspor harus diperluas, tentunya harus ada campur tangan pemerintah tidak bisa hanya menunggu sektor swasta.
Pemerintah sudah mulai perlu konsentrasi bagaimana mengatasi defisit anggaran. Bagaimana menggerakkan aset BUMN sebesar kurang lebih 6000T rupiah untuk menumbuhkan ekonomi dalam negeri dan tidak bergantung sebagian besar pada sektor perpajakan.
“Pajak otomatis akan mengikuti transaksi ekonomi, tidak ada transaksi maka tidak ada pajak yang didapat, transaksi turun pajak juga ikut turun, dan jangan pula lalu pemerintah mengambil jalan pintas menaikkan pajak pada penghasilan masyarakat tentu akan menekan sektor konsumsi dan daya beli masyarakat,” terang Donny.
Donny berharap pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua bisa mencapai lebih dari 5 persen, meskipun berat dan banyak tantangan.
“Namun, saya yakin jika pemerintah optimis dan menjaga kestabilan politik dalam negeri, niscaya pertumbuhan akan tercapai, investasi yang besar akan masuk,” tukas Donny.
Tag
Berita Terkait
-
INDEF Sindir Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tidak Berkualitas
-
Presiden Jokowi: Sejak 1997, Ekonomi Indonesia Tumbuh 300 Persen
-
Citi Indonesia Optimis Ekonomi Indonesia Bangkit di Semester II
-
Misbakhun: Klaim Jokowi Soal Pertumbuhan Ekonomi RI Sudah Benar
-
Ketergantungan Terhadap Utang Bisa Jadi Candu Ekonomi Indonesia
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok