Suara.com - Seiring dengan perkembangan waktu, saat ini banyak sekali jenis-jenis produk keuangan yang berkembang di masyarakat. Jika dulunya hanya masyarakat hanya mengenal tabungan atau deposito, namun kini banyak produk keuangan lainnya yang beredar di masyarakat salah satunya yaitu investasi.
Saat ini investasi menjadi pilihan banyak orang untuk agar uang yang dimiliki dapat berkembang dan menguntungkan di masa depannya. Dapat dikatakan bahwa investasi merupakan proses menanamkan modal atau uang untuk membeli sesuatu yang dapat dikembangkan.
Banyak sekali jenis investasi yang saat ini beredar di masyarakat, mulai dari investasi barang bergerak hingga barang tak bergerak. Namun segala macam jenis investasi tentunya memiliki kelemahan dan kelebihannya masing-masing.
Bisa saja investasi tersebut dapat mendatangkan keuntungan ataupun malah membuat anda rugi. Untuk itu, anda harus benar-benar memilih investasi yang tepat agar dapat mendatangkan keuntungan untuk Anda.
Anda bisa memilih jenis investasi yang sesuai dengan karakter Anda, sehingga tidak menimbulkan risiko yang terlalu besar ketika anda menjalankannya.
Berikut ini beberapa karakter serta jenis investasi yang cocok dikerjakan.
Karakter Konservatif
Karakter ini lebih cenderung untuk menerima risiko dalam skala yang kecil, dalam artian orang yang memiliki karakter ini lebih memprioritaskan kenyamanan serta ketenangan dalam melakukan investasi. Orang-orang yang masuk ke dalam karakter ini biasanya merupakan kategori usia lanjut atau orang yang mendekati masa pensiun. Sehingga orang-orang seperti ini memiliki risiko yang cukup berat karena nantinya tidak akan ada penghasilan rutin yang di dapat.
Orang-orang yang tidak terlalu paham mengenai investasi juga masuk ke dalam golongan karakter ini sehingga membuat mereka cenderung tidak memilih investasi yang tidak terlalu mereka ketahui. Produk investasi yang cocok untuk karakter ini adalah tabungan, deposito, reksa dana pasar uang, ataupun produk-produk yang menghasilkan keuntungan yang stabil dan pasti meskipun tidak terlalu tinggi.
Karakter Moderat
Karakter moderat merupakan karakter orang yang lebih memilih untuk menerima risiko dalam skala yang besar namun keuntungan yang diberikan dalam jumlah yang besar pula dan stabil. Biasanya investor yang memiliki karakter seperti ini memiliki batasan waktu yang lebih lama untuk mencapai tujuan mereka. Sehingga karakter ini akan lebih fleksibel untuk memilih jenis investasi yang dikerjakan.
Jenis investasi yang cocok dikerjakan untuk karakter moderat adalah obligasi, reksa dana campuran, saham, logam mulia, hingga properti. Jenis-jenis investasi tersebut adalah contoh investasi yang memiliki keuntungan yang cukup tinggi namun dalam jangka waktu yang lama. Jika melihat kondisi seperti ini maka dapat disimpulkan bila investor yang masuk ke dalam moderat berani dalam mengambil risiko namun tetap memilih investasi yang mendatangkan keuntungan yang stabil.
Karakter Agresif
Karakter investor yang masuk ke dalam golongan ini biasanya siap dengan risiko apapun yang dihadapi nya baik dalam skala besar sekalipun. Bahkan mereka yang memiliki karakter agresif juga berani untuk mengorbankan sebagian hingga seluruh modal yang sudah ditanamkan dalam investasi tersebut. Biasanya orang-orang yang masuk ke dalam karakter ini masih berusia muda dan memiliki modal pengetahuan yang cukup luas terutama dalam hal keuangan, serta memiliki kondisi finansial yang mapan.
Orang yang masih berusia muda terutama yang belum menikah, memiliki kecenderungan untuk melakukan investasi besar karena tidak ada tanggungan yang dimiliki serta mereka masih dapat menekan pengeluaran yang ada sehingga masih memiliki ruang yang lebih untuk melakukan investasi. Selain itu, karena memiliki pengetahuan yang luas tersebut membuat karakter ini berani untuk mencoba berbagai jenis investasi yang ada.
Namun dengan risiko yang besar tersebut tentunya keuntungan yang didapatkan juga sangat besar. Jenis investasi yang cocok untuk karakter ini adalah investasi saham langsung, reksa dana saham, properti dan jenis investasi lainnya yang memiliki risiko yang cukup besar.
Baca juga artikel Cermati lainnya:
Perempuan Berkarir di Bidang IT, Kenapa Tidak?
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Menkeu Ingin Bangkitkan Marketplace Lokal untuk Saingi Dominasi Aplikasi China
-
Pulang Kampung Lebih Tenang Ikut Mudik Gratis PLN, Simak Pengalaman Pemudik!
-
Spesial Lebaran, BRI Hadirkan Program Cashback hingga 20% Biar Tagihan Bulanan Jadi lebih Hemat
-
BRI Kenalkan Cara Praktis Berbagi THR Lebaran Pakai Layanan Digital QRIS Transfer dan Emas BRImo
-
5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis
-
Cara Tarik Tunai Saldo GoPay Tanpa Kartu di ATM BRI
-
Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis
-
Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran
-
Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026
-
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 di Hari Lebaran: Ada yang Stabil, Ada yang Turun