- CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, menyatakan bahwa praktik trading konvensional sudah tidak relevan di pasar saat ini.
- Keterlambatan membaca data secara real time serta pengambilan keputusan berbasis emosi berisiko tinggi menyebabkan kerugian finansial investor.
- PT Indo Premier Sekuritas meluncurkan sistem berbasis AI untuk membantu investor menganalisis momentum pasar dan memvalidasi setiap transaksi.
Suara.com - Investor saham kini tidak bisa mengandal instings dalam berinvestasi. Investor bisa menggunakan kecerdasan buatan atau AI sebagai saran untuk keputusan investasi saham.
Dengan kata lain, trading saham tidak lagi ditentukan oleh kemampuan manual, melainkan oleh kecanggihan teknologi seperti AI.
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Moleonoto The, menegaskan praktik trading konvensional sudah tidak relevan dengan kondisi pasar saat ini.
"Realitas industri saat ini menunjukkan bahwa sebagian besar platform trading masih mengandalkan UI/UX statis yang tidak mampu mengikuti pergerakan market yang sangat cepat," ujarnya di Jakarta, Selasa (6/5/2026).
Moleonoto menjelaskan, keterlambatan dalam membaca data maupun eksekusi transaksi dapat berdampak langsung pada kerugian investor.
UI yang lambat dinilai bisa menyebabkan entry terlambat, sementara data yang tidak real time berpotensi menghasilkan keputusan yang keliru.
Lebih jauh, ia menyoroti bahwa banyak investor masih melakukan transaksi berdasarkan emosi dan asumsi, bukan data.
"Tanpa indikator momentum, tanpa deteksi tekanan transaksi, dan tanpa konfirmasi sebelum entry, hasilnya adalah posisi yang salah, terjebak di pucuk dan kerugian yang berulang. Dalam era market cepat, pendekatan ini tidak lagi relevan, melainkan menjadi bentuk spekulasi berisiko tinggi," bebernya.
Menurutnya, perubahan pendekatan menjadi kebutuhan mendesak di tengah volatilitas pasar yang semakin tinggi. Tanpa dukungan sistem berbasis AI real time, investor dinilai tidak mampu membaca momentum pasar secara akurat, membedakan akumulasi dan distribusi, serta memvalidasi keputusan sebelum masuk ke pasar.
Baca Juga: Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?
Menjawab tantangan tersebut, IPOT melakukan transformasi dengan mengembangkan UI/UX berbasis AI real time yang tidak hanya berfungsi sebagai tampilan, tetapi juga sebagai mesin eksekusi dan pengambilan keputusan.
Melalui fitur seperti AI Live, LADI, hingga ROBO Trading System, sistem ini dirancang untuk memberikan insight sekaligus validasi sebelum transaksi dilakukan. Pendekatan ini memungkinkan investor menghindari kesalahan umum seperti membeli di harga puncak atau terjebak dalam distribusi pasar.
"UI yang tidak berbasis AI Real Time hanyalah ilusi kontrol. Dalam market yang bergerak cepat, layar tanpa sistem bukan alat bantu melainkan sumber kerugian yang menunggu terjadi," imbuhnya.
Fenomena ini juga mulai terlihat di kalangan investor saham, di mana sebagian di antaranya menggunakan sistem berbasis AI sebagai acuan utama sebelum melakukan transaksi.
Bahkan, tidak sedikit investor yang memanfaatkan platform tertentu sebagai alat validasi sebelum mengeksekusi order di aplikasi lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April
-
Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?
-
Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah
-
Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi
-
Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I
-
Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK
-
Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing
-
Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini
-
BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi