Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, memimpin Dialog Kemitraan (Partnership Dialogue) pertama di Konferensi Kelautan Dunia PBB, New York, Senin (5/6). Didalam dialog yang bertajuk “Menangani Polusi Laut” tersebut, Menko memimpin bersama dengan Menteri Iklim dan Lingkungan Norwegia Vidar Helgesen.
Dialog kemitraan ini digelar untuk mendukung implementasi Sustainable Development Goals 14 (SDG 14), yakni untuk melestarikan pemanfaatan laut dan sumber daya kelautan. Hal ini penting untuk dilakukan agar tujuan pembangunan berkelanjutan dapat tercapai. Dalam dialog itu ada sekitar 21 negara yang diwakili oleh beberapa kepala negara, wakil perdana menteri, menteri, wakil menteri negara-negara anggota PBB yang hadir.
Sebagai Ketua Dialog Kemitraan, Menko Luhut menyampaikan betapa seriusnya sampah plastik dan mikroplastik sebagai ancaman terbesar pada keberlangsungan laut dan keanekaragaman hayati pesisir. Dan sebagian besar faktor penyebab pencemaran sampah plastik itu adalah buruknya manajemen sampah di darat serta aktifitas masyarakat di wilayah pesisir atau sebagian kecil sampah yang berasal dari kapal.
“Langkah paling efektif untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan upaya pencegahan untuk mengurangi produksi sampah yang berjenjang dan melibatkan beragam pemangku kepentingan mulai dari tingkat lokal, provinsi, nasional hingga internasional,”tegas Menko Luhut di depan audience.
Kepada peserta dialog, Menko pun memberikan contoh upaya yang telah dilakukan oleh Indonesia untuk mengatasi masalah sampah laut ini. “Kami telah melakukan survey bersama dengan Bank Dunia dan pemerintah Denmark di 15 kota di Indonesia untuk mengatasi masalah sampah laut serta melakukan riset dengan AS untuk mengetahui kandungan plastik di dalam perut ikan di kedua negara,”sebutnya.
Hasilnya, lanjut Menko Luhut, menunjukkan bahwa sampah plastik laut yang mencemari perairan kami merupakan masalah yang nyata. “Tapi pada saat yang sama, kami juga menemukan di beberapa pulau, bahwa 2/3 jumlah botol plastik yang mencemari pulau-pulau itu berasal dari perairan sejauh Asia Selatan,”keluhnya. Oleh karena itu, Menko Luhut menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin tinggal diam melihat kenyataan itu.
“Pemerintah Indonesia telah menyusun Rencana Aksi Nasional untuk Menanggulangi sampah Plastik Laut,” ujar Menko Luhut.
Rencana Aksi Nasional tersebut disusun dalam dalam lima pilar, yakni perubahan perilaku, mengurangi produksi sampah di darat, mengurangi produksi sampah dari aktifitas di laut, mengurangi produksi dan penggunaan sampah, serta meningkatkan mekanisme pendanaan, reformasi kebijakan dan penegakan hukum. “Desain, proses dan implementasi Rencana Aksi Nasional itu melibatkan berbagai pemangku kepentingan yakni LSM dan kerjasama lintas sektor dalam skala nasional,” tutur Menko serius.
Baca Juga: Luhut: Sampah Laut Akibatkan Kerugian Ekonomi 1,2 Miliar Dolar AS
Terakhir, Menko Luhut mengajak semua hadirin untuk mengatasi masalah sampah plastik di laut secara bersama-sama. “Sampah plastik laut merupakan bencana yang mengancam kita secara perlahan-lahan,”ujarnya beralasan.
Oleh karena itu perlu diperlukan langkah yang komprehensif di level nasional maupun global untuk mengatasi masalah tersebut. Dan negara-negara peserta dialog mengaku siap melakukan langkah bersama pada tingkat regional dan global. Ringkasan hasil dialog kemitraan ini akan disampaikan dalam sidang paripurna (Plennary Meeting) yang akan dilaksanakan secara tertutup pada hari Jumat (9/6/2017) mendatang.
Tag
Berita Terkait
-
Luhut: Sampah Laut Akibatkan Kerugian Ekonomi 1,2 Miliar Dolar AS
-
Luhut Terpilih Jadi Wakil Presiden Konferensi Kelautan Dunia PBB
-
Luhut: Masalah Sampah Plastik di Laut Berujung ke Aksi Terorisme
-
Luhut Teken MoU Kerjasama Bilateral Maritim Dengan Jerman
-
Luhut: Pengusaha Jangan Sibuk Memperkaya Diri Sendiri
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok