Chairman sekaligus Pendiri Lippo Group, Mochtar Riady, mengaku mendapat banyak pertanyaan dari sahabat maupun rekan bisnisnya terkait keputusan membangun kota mandiri Meikarta. Maklum, keputusan ini diambil di tengah ekonomi nasional, termasuk industri properti mengalami kelesuan.
"Banyak yang bertanya, mengapa sekarang justru Lippo membangun Meikarta," kata Mochtar dalam acara halal bihalal Lippo Group di Tangerang, Banten, Kamis (6/7/2017).
Mochtar mengakui terjadinya perlambatan ekonomi nasional. Kondisi ini juga berdampak terhadap industri properti tanah air secara keseluruhan. "Tetapi justru karena inilah kami memutuskan untuk meluncurkan proyek pembangunan Meikarta," ujarnya.
Baginya, dengan meluncurkan megaproyek properti berskala sangat besar, Hal ini akan memberikan ketenangan terhadap pasar. Sebab pelaku pasar maupun masyarakat tentu melihat bahwa keberadaan proyek ini membuktikan bahwa iklim bisnis properti mempunyai peluang yang besar untuk pulih kembali. "Kami berharap peluncuran ini akan mengembalikan ketenangan dan kepercayaan pasar," tutur Mochtar.
Hingga kini, megaproyek Meikarta menelan dana investasi Rp288 triliun. Dana ini berasal dari kolaborasi dana internal perusahaan maupun pinjaman dari mitra asing. "Sekitar 40 persen dari internal dan 60 persen dari eksternal," kata Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk, Ketut Budi Wijaya, dalam kesempatan yang sama.
Terkait polemik masalah perizinan yang dipersoalkan Wakil Gubernur Jawa Barat,Deddy Mizwar, Ketut menegaskan persolan ini sudah selesai.
Menurutnya, komplain yang dilontarkan oleh Deddy Mizwar merupakan miskoordinasi dari Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Sebenarnya kewenangan itu sepenuhnya ada pada pemkab Bekasi, namun harus koordinasi dengan pemprov Jabar juga," jelasnya.
Baca Juga: Mochtar Riady Beberkan Konsep Bisnisnya Selaku Developer
Sebagaimana diketahui, Deddy sebelumnya menyatakan bahwa Lippo Group belum mengantongi izin untuk pembangunan kota Mandiri Meikarta. Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi juga telah melakukan pemanggilan pada Lippo untuk mempertanyakan izin pembangunan yang belum terpenuhi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok