Suara.com - Beberapa waktu lalu, Indonesia sempat dihebohkan dengan isu banyaknya tenaga kerja asing asal Cina yang bekerja di Indonesia. Isu tersebut dibantah oleh Perwakilan dari Kedutaan Besar Cina untuk Indonesia Wang Li Ping.
Wang mengakui memang ada tenaga kerja asal Cina yang bekerja di Indonesia, namun jumlahnya tidak besar.
"Tidak banyak, Kebutuhan tenaga kerja ini seiring dengan tingginya nilai investasi Cina di Indonesia yang berada pada posisi tiga besar," kata Wang di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2017).
Selain itu, lanjut Wang, para tenaga kerja asal Cina ini tidak bekerja di sektor reguler melainkan hanya di bagian teknisi saja. Hal ini guna mendukung proyek-proyek investasi yang tengah dikerjakan di Indonesia.
Menurutnya, tenaga kerja Cina di Indonesia juga tidak akan bekerja pada waktu yang lama. Jika proyek berakhir, maka tenaga kerja pada sektor teknis ini akan kembali ke Cina.
"Kalau pengerjaan proyek sudah selesai, maka temaga kerja dari kami juga akan berkurang dengan seiringnya waktu," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Kemenkeu Ungkap Efek Perang AS-Israel-Iran ke Ekonomi RI
-
Empat Kapal Pertamina Tertahan di Timur Tengah saat Perang AS dan Israel vs Iran Berkecamuk
-
Kemenkeu Umumkan PMI Manufaktur Indonesia Pecah Rekor di Februari 2026
-
Harga Gas Eropa Meroket Usai Kilang Qatar dan Arab Saudi Lumpuh Pasca Serangan Iran
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
-
Airlangga Wanti-wanti Harga BBM Naik Imbas Perang AS-Iran
-
Dorong Green Mining, PLN Salurkan 23.040 Unit REC PT Borneo Indobara
-
Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Turun di Januari
-
Surplus Dagang RI Pada Januari 2026 Makin Ciut, Terendah Sejak 2021
-
Perang Makin Memanas, IHSG Langsung Terkapar 2,66% dan 704 Saham Merosot