Kenapa setiap pertengahan bulan selalu bokek? Apa karena gaji bulanan nggak cukup? Ada kebutuhan mendesak? Atau jangan-jangan terlalu sering nge-mal?
Biar kesalahan yang sama nggak terulang, simak beberapa hal di bawah ini yang mungkin kerap kamu lakukan sampai uangmu ludes terus.
Kalap belanja pas tanggal muda
Mentang-mentang habis gaji bulanan, langsung mampir ke mall dan shopping. Belinya sih yang didiskon, tapi semua diambil. Alhasil baru pertengahan bulan, duit gaji tinggal setengah. Atau malah sudah benar-benar habis.
Coba dikurang-kurangin deh belanjanya. Toh baju yang dibeli bulan lalu masih bisa dipakai. Dan uang kamu pun bisa disisihkan buat tabungan.
Kebanyakan nongkrong di kafe
Kehidupan sosial itu penting, tapi bukan berarti harus nongkrong sama teman-teman terus tiap malam. Coba kalau tiap hari, bisa tipis dalam sekejap tuh dompet. Coba alokasikan bujet khusus untuk nongkrong di hari-hari tertentu. Maksimal seminggu dua kali lah. Dan batasi juga pengeluarannya
Ini Solusinya
Nah, setelah kamu tahu 3 kesalahan yang membuatmu bokek di pertengahan bulan, bahas solusinya biar nggak bokek lagi yuk!
Buat catatan pengeluaran
Setelah gajian, bikin daftar pengeluaran yang jadi prioritas selama satu bulan. Jadi, semua pengeluaran terencana dengan baik.
Pas mau belanja baju, celana, jam tangan, sepatu atau apa pun, nggak akan mengganggu pengeluaran pokokmu secara rutin. Ada bagusnya kalau kamu atur bujet belanja per bulan. Jadi hobi belanjamu nggak akan overbujet.
Gunakan kartu kredit yang tepat
Jangan takut tambah boros dengan kartu kredit. Kalau paham fitur dan manfaatnya, justru menguntungkan.
Sesuaikan kartu kredit sama gaya hidupmu. Ada lho, kartu kredit yang bisa kasih diskon sebesar 50 persen tiap tanggal 15 di sejumlah restoran dan kafe, seperti Fish & Co, XO Suki, Pizza Express, Cold Stone, dan Excelso.
Lumayan, kan? Selain itu, kartu kredit ini juga punya fitur beli 1 dapat 2 tiket nonton The Premiere XXI setiap weekend.
Belanja online
Kenapa belanja online? Pertama sudah pasti kamu nggak perlu keluar duit bensin atau parkir buat belanja ke mal. Kedua, kadang harga di situs e-commerce bisa jauh lebih murah. Dari situ kamu bisa komparasi harga juga.
Baca juga artikel DuitPintar lainnya:
Kisah Inspiratif Lima Pengusaha Berusia 20 Tahun yang Bisa Ditiru
Daftar Pengusaha Muda Tionghoa yang Sukses Berbisnis di Indonesia
Dalami Kunci Sukses Jack Ma Jadi Pengusaha
| Published by Duitpintar.com |
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Free Float Seret, FPNI Belum Kantongi Strategi Pasti Penuhi Ketentuan BEI
-
Purbaya Tunggu Keputusan Prabowo soal Potong Anggaran MBG
-
Usut Pemadaman Listrik di Jawa, ESDM Panggil PLN
-
Tren Lari Melejit, Kesadaran Asuransi di Kalangan Pelari Ikut Meningkat
-
Penyebab Investor Asing Malas Masuk ke Pasar Saham RI, Karena Judi Bola Piala Dunia?
-
Demonstrasi Mahasiswa Bikin Rupiah Kembali Menguat
-
Harga BBM Naik, Purbaya Pede Tak Semua Warga Pindah ke Pertalite
-
Sinyal Cuan Piala Dunia 2026: 7 Saham Indonesia yang Berpotensi Cetak Gol untuk Investor
-
Rupiah Letoy, Warga RI Ramai-ramai Borong Valas dan Khawatir Ekonomi Memburuk
-
Terbitkan Obligasi USD 1,5 Milar, Danantara Spill Siapa Pembelinya