Sebelum memutuskan membeli properti hunian, sudah seharusnya mempertimbangkan siapa ahli dibalik konstruksi bangunannya. Hal tersebut dilakukan, agar sebagai konsumen bisa mendapatkan hunian nyaman sesuai idaman, karena dalam sebuah bangunan yang baik tim konstruksi memiliki peran penting untuk mewujudkannya.
Konstruksi dan properti yang dibangun memiliki kaitan kuat dan saling mempengaruhi. Bila diibaratkan, konstruksi merupakan sayap untuk mewujudkan karya properti tersebut. Karena itu, Synthesis Development menjadikan tim konstruksi sebagai motor dalam pembangunan karya properti apartemennya, salah satunya apartemen Synthesis Residence Kemang.
"Synthesis Residence Kemang berkomitmen untuk menghadirkan hunian apartemen yang nyaman dan berkualitas bagi para penghuninya, maka dirasa penting menunjuk kontraktor terpercaya dan memiliki reputasi baik di Indonesia untuk pengerjaan pembangunannya," papar Sales and Marketing General Manager Synthesis Residence Kemang, Imron Rosyadi di Jakarta, Kamis (19/10/2017).
Synthesis Residence Kemang yang berada di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, berkomitmen untuk memberikan kenyamanan dan kualitas terbaik kepada calon penghuni yang mencari hunian ideal dan berada di kawasan premium. Konsep heritage Indonesia dengan mengusung arsitektur khas Jawa modern yang membedakan dari apartemen lainnya di Jakarta menjadi daya tarik tersendiri bagi apartemen dengan 3 tower yang diberi nama Arjuna, Nakula, dan Sadewa.
"Dari sisi desain, Synthesis Residence Kemang dikemas dengan sangat unik yaitu mengusung motif Batik Kawung yang diaplikasikan pada interior dan eksterior bangunan secara geometris serta adanya Rumah Joglo sebagai lobi utama yang berdiri di antara Tower Sadewa dan Tower Nakula. Akan ada juga special artwork yang dihadirkan di depan lobi utama," tambah Imron.
Demi mewujudkan konsep yang diusungnya, maka Synthesis Residence Kemang melibatkan korporasi konstruksi swasta PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRC).
"Sebagai salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia, NRC memiliki pengalaman menangani proyek besar, seperti pekerjaan bangunan komersial, bangunan industrial, dan pekerjaan infrastruktur, khususnya infrastruktur jalan tol dan kawasan industri. NRC pernah mendapat kepercayaan sebagai kontraktor utama dalam menggarap proyek jalan tol sepanjang 116 kilometer. Beberapa penghargaan yang pernah diterima NRC antara lain Business News Indonesia untuk kategori Top Infrastruktur dalam pembangunan gedung pada tahun 2016 dan penghargaan terbaik untuk pekerjaan infrastruktur jalan tol Cikopo – Palimanan," jelas President Director NRC, Hadi Winarto Christanto.
Pengalaman dan reputasi yang baik inilah menjadi dasar Synthesis Residence Kemang bekerja sama dengan NRC, sehingga objektif kedua perusahaan ini menghadirkan hunian apartemen dengan kualitas terbaik bisa diwujudkan.
Baca Juga: Ini Penataan Pemprov DKI Jakarta di Kawasan Pemukiman Kemang
Synthesis Residence Kemang memiliki fasilitas lengkap, termasuk diantaranya Teras Srikandi sebagai komersial area yang berada di lokasi strategis kawasan Kemang. Seperti diketahui, Kemang memiliki magnet sebagai kawasan hunian yang dekat dengan hiburan, kuliner dan seni. Selain itu, Kemang juga terletak di antara dua pusat bisnis Jalan TB Simatupang dan Jalan Jenderal Sudirman.
Fasilitas yang dihadirkan oleh Synthesis Residence Kemang mulai dari Taman Tirta Astana, lahan terbuka hijau untuk area bersantai dan berolahraga, sauna, fitness centre, salon, dan minimarket.
"Kami ingin menghadirkan apa yang diimpikan oleh masyarakat di perkotaan. Secara peruntukan lahan, Synthesis Residence Kemang telah mendapatkan Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) Nomor 007/5.7/31/-1.711.534/2015 untuk membangun hunian bertingkat di kawasan Kemang," pungkas Imron.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
Terkini
-
Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini
-
Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya
-
Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga
-
Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik
-
Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA
-
Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?
-
Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI
-
Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya