Suara.com - Conference of the Parties ke 23 di Jerman oleh anggota Anggota Komisi IV DPR daerah pemilihan Sulawesi 2, Andi Akmal Pasluddin, dimanfaatkan untuk mempromosikan Kopi Kahayya hasil produksi petani Bulukumba – Sulawesi Selatan.
Akmal menilai kopi Indonesia perlu untuk menjadi identitas kebanggaan dunia. Sebab, produk unggulan dari sektor pertanian dan perkebunan ini dapat dikonsumsi oleh seluruh masyarakat, termasuk masyarakat internasional.
"Kopi Kahayya ini asli produksi dari Bulukumba, Sulawesi Selatan, kualitas dan rasanya tidak kalah nikmat dibanding dengan kopi Toraja yang juga dari Sulawesi Selatan. Saat ini, Indonesia menjadi produsen kopi ke-empat terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia," ujar legislator Komisi IV DPR melalui pernyataan tertulis yang diterima Suara.com, Minggu (12/11/2017).
Pada konverensi sebelumnya, yakni COP 22, di Maroko, akmal juga turut aktiv untuk mendorong program nasional pada penurunan emisi, ketahanan pangan, hingga pengentasan kemiskinan.
Pada COP tahun lalu, Akmal juga mendorong pemerintah agar memaksimalkan Blue Carbon karena potensi alam yang dimilikinya. Bentangan pantai Indonesia yang sangat panjang, terpanjang kedua setelah Kanada yakni 99.093 kilometer akan sangat mendukung blue carbon jika pemerintah serius.
Pada jalur untuk menempuh penurunan emisi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim, menjadi pertimbangan penting mengaktivasi fungsi ekosistem laut dan mangrove.
Sedangkan pada kegiatan COP 23 Bonn, Jerman, tahun ini, Legislator PKS ini turut mempromosikan kopi Kahayya kepada delegasi dari negara lain sebagai salah satu produk kopi asli Sulawesi Selatan yang berkualitas. Kopi Kahayya oleh beberapa sudah dikenal dengan kualitas dan rasa yang baik.
Akmal mengatakan kopi kahayya ini adalah jenis Arabika yang tumbuh pada ketinggian 800 – 1800 mdpl.
Mengenai citarasa, ia meyakinkan bahwa lidah tidak pernah berbohong. Termasuk lidah orang barat pun akan mengakui betapa nikmatnya kopi Kahayya ini. Selama ini, dunia Internasional telah mengenal kopi terbaik dari Indonesia antara lain : Kopi Jawa, Kopi Toraja, Kopi Gayo, Kopi Sidikalang, Kopi Lintong, Kopi Wamena dan Kopi Luwak. Untuk itu, dunia perlu mengerti, bahwa Kopi Kahayya merupakan kopi yang perlu masuk dalam daftar pencarian.
Anggota Badan Anggaran ini berharap produksi lokal Indonesia dapat semakin maju dan berkompetisi di dunia internasional. Sebelumnya ia telah mendorong kepada pemerintah Indonesia agar menjadikan kopi terbaik Indonesia menjadi identitas negara di dunia Internasional. Negara Indonesia perlu berfokus pada produk unggulan yang memiliki daya saing di dunia, seperti Kopi yang diproduksi di Indonesia.
Salah satu bentuk fokus pemerintah, yaitu pada pengembangan kopi nusantara sebagai bentuk kebijakan untuk meningkatkan kemampuan petani kopi, baik petani pemilik maupun penggarap lahan kopi. Salah satunya adalah mereka dipermudah untuk mengakses modal.
"Dengan adanya kegiatan internasional seperti COP 23 ini, menjadi satu momen untuk memperkenalkan produk-produk Indonesia. Semoga produk kita dapat terus semakin maju dan bersaing di tingkat Internasional. Beberapa pengunjung yang hadir tadi, memberi apresiasi positif terhadap kopi Kahayya produksi Bulukumba." kata Andi.
Tag
Berita Terkait
-
Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional
-
Membawa Cita Rasa Nusantara, Luwak Artcofie Jadi Oleh-oleh Khas Indonesia yang Mendunia
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Tinggalkan Ganja, BNN Bakal Sulap Petani di Aceh Jadi Pengusaha Kopi Produktif
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000
-
Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK
-
Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal
-
Bunga Kredit PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, OJK Mendadak Beri Peringatan
-
Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak
-
Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan
-
Pemerintah Siapkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Upayakan Tidak Impor
-
Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS
-
Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I
-
Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!