Suara.com - Dana darurat merupakan dana yang harus dipersiapkan untuk kebutuhan yang darurat. Sesuai namanya, dalam keadaan darurat kita harus sudah menyiapkan dana yang cukup untuk kebutuhan tersebut, suatu misal nomor telepon darurat. Nomor telepon darurat pasti akan berisikan instansi-instansi yang berhubungan dengan keamanan, kesehatan, dan juga kepolisian. Kita tentunya akan menghubungi nomor penting tersebut sesuai dengan kebutuhan. Apabila terjadi kejahatan di area sekitar rumah, tentunya kita akan menelpon kepolisian dan lain sebagainya.
Begitu juga dana darurat, dana ini sangat penting sekali dipersiapkan bagi kita, sewaktu-waktu kondisi yang teramat mendesak menghampiri, kita sudah siap dengan dana darurat ini. Maka dari itu, dana darurat haruslah mempunyai nilai yang lumayan besar agar dapat membuat rasa tenang pemiliknya. Tetapi pemilik seringkali tergoda untuk menggunakan darurat itu untuk hal yang tidak penting. Ini karena kita menganggap dana tersebut tidak langsung habis terpakai dan semakin bertambah setiap bulannya. Padahal, musibah atau keperluan mendadak tidak bisa diprediksi.
Untuk itu, alangkah baiknya, jika dana darurat tersebut dijadikan deposito.
1.Deposito Dapat Menjadi Pilihan Terbaik
Agar uang kita aman dan tidak terusik keberadaannya, pilihan untuk penyimpanan yang aman adalah di bank. Tetapi bank yang mempunyai kemudahan dalam akses untuk mengambil dananya akan membuat kita tergoda untuk menggunakannya. Salah satu cara agar uang kita aman dan selalu bertambah adalah dengan menyimpan dana darurat kita di deposito.
Mengapa deposito menjadi pilihan? Deposito mempunyai bunga flat dalam setiap bulannya, walaupun lebih rendah daripada investasi yang lainnya. Akan tetapi, deposito juga mempunyai keunggulan untuk bisa dicairkan dengan jangka waktu tertentu. Walaupun kita bisa mencairkannya sebelum masa yang disepakati dengan pihak bank, sejumlah bank mengenakan biaya atau denda apabila mencairkan dana sebelum masa jatuh tempo yang disepakati.
2.Deposito Produk Bank yang Aman
Seperti kita ketahui, deposito adalah salah satu produk bank yang aman. Deposito tidak terpengaruh turun dan naiknya pasar uang di pasar modal. Bunga deposito telah ditetapkan oleh pihak Bank Indonesia dan mengacu pada kebijakan moneter ekonomi makro di Indonesia. Selain itu, nilai uang yang kita simpan di produk deposito relatif lebih aman karena akan mempunyai nilai yang tetap. Deposito juga telah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sampai dengan 2 miliar rupiah.
Deposito merupakan jenis investasi yang aman hal ini karena deposito merupakan investasi yang mempunyai pergerakan lambat. Biasanya produk deposito mempunyai bunga yang relatif kecil, dibandingkan jenis investasi keuangan lainnya.
Deposito bisa dikatakan adalah tempat penyimpanan yang aman dan menguntungkan. Betapa tidak, selain deposito mempunyai tambahan bunga dari uang yang kita investasikan, deposito juga mempunyai keamanan dalam proses pencairannya. Dengan jangka waktu yang diberikan, bisa dalam waktu 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan bahkan 12 bulan atau satu tahun. Pada saat kita menanamkan uang, selama jangka waktu itu kita tidak bisa dengan sembarangan menarik dana tersebut.
3.Membagi Proporsi Dana Darurat dan Deposito
Agar dana darurat tetap terisi di rekening, ada baiknya kita membagi dana darurat menjadi dua. Besaran presentase bergantung dengan kebutuhan dan kapasitas. Kita harus menjaga agar rekening dana darurat tetap terisi karena sewaktu-waktu saat membutuhkan, kita akan dengan cepat menariknya. Akan tetapi, ada baiknya kita membagi porsi yang lebih besar untuk investasi deposito.
Selain untuk menjaga keutuhan dari dana tersebut, deposito ini juga dapat menjadi pengembangan dari dana darurat, sehingga berkembang dengan berjalannya waktu. Seperti kita ketahui, bunga deposito adalah lebih besar dari tabungan biasa atau reguler, bunga deposito lebih besar dan juga mempunyai aturan-aturan yang mengikat.
Baca juga artikel Cermati lainnya:
Klaim Asuransi Dibuat Susah, BMAI Siap Membantu
KTA atau P2P Lending, Manakah yang Lebih Menguntungkan?
Mau Berinvestasi Obligasi? Ketahui Ini Terlebih Dahulu
| Published by Cermati.com |
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
Mudik Lebaran Mulai Padat, Antrean Kendaraan di Gilimanuk Tembus KM 15
-
IHSG Loyo Jelang Libur Panjang, 564 Saham Merah
-
Danantara Tunjuk Ketum GP Ansor Addin Jauharudin Jadi Komisaris BSI
-
Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
-
Telkom Bangun Ekonomi Inklusif Lewat Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan Penggerak UMKM
-
Rupiah Kian Kritis, Nyaris Tembus Rp17.000 per Dolar AS
-
Geram Masih Ada Kasus Penipuan, Mendag Mau Ubah Aturan E-Commerce
-
SiCepat Ekspres Perkuat Rantai Pasok Industri Halal Nasional
-
Hashim Jamin Perusahaan Afiliasi Prabowo Tak Ikut Tender Program 3 Juta Rumah
-
Danantara Cari Modal Rp 7 Triliun dengan Terbitkan Surat Utang