Suara.com - Kementerian Keuangan tengah mengkaji tarif pajak bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang berjualan secara online.
“Pak Presiden minta kita mengkaji perlakuan pajak untuk pelaku uasaha kecil yang di-connect perusahaan platform atau marketplace. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kesetaraan (playing field) dengan konvensional,” kata Ani di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (7/12/2017).
Namun, Ani belum bisa mebeberkan berapa besaran pajak yang akan dikenakan kepada pelaku usaha UMKM online ini. Tetapi, Ani memastikan tarif pajak yang akan diterapkan oleh pemerintah ini tidak akan membebankan para UMKM.
“Kami sedang menghitung sesuai yang diarahkan Bapak Presiden, supaya ada perlakuan pajak yang adil antara konvensional dan online, serta peningkatan kepatuhan pajaknya, ujarnya.
Ani mengatakan, kebijakan pajak tersebut nantinya akan diformulasikan oleh Direktur Jenderal Pajak dan difinalisasi oleh Badan Kebijakan Fiskal serta Direktorat Jendral Bea dan Cukai agar bisa segera diluncurkan.
Selain itu, Ani memastikan aturan pajak e-commerce juga tidak berbeda jauh dengan pajak pada transaksi pelaku usaha konvensional.
“Tidak ada satu kelompok pembayar pajak yang dirugikan. Kami lebih mengatur bagaimana upaya pemungutan bisa dilakukan lebih efektif,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Rupiah Kian Terpuruk ke Level Rp 17.143/USD
-
Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?
-
Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta
-
Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia
-
Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!
-
Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?
-
Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal
-
Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok
-
Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog
-
IHSG Masih di Zona Hijau Pada Sesi I, 447 Saham Melesat