Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan pemerintah akan terus mengejar pajak perusahaan-perusahaan seperti Google yang beroperasi di Indonesia.
Menurut Ani, ada dua alasan yang mendasari pemerintah untuk melakukan hal tersebut.
“Pertama, seluruh perusahaan yang mendapatkan sumber pendapatan di Indonesia merupakan subjek pajak Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah akan mengumpulkan setoran wajib pajak sesuai aturan,” kata Ani di Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan, Kamis (7/12/2017).
Kedua, lanjut Ani, setiap perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha dan memperoleh nilai tambah merupakan objek pajak di Indonesia. Mereka wajib membayar Pajak Pertambahan Nilai maupun Pajak Penghasilan.
“Apakah itu PPh korporasi sebagai penyedia platform, penyedia aplikasi atau sebagai pemain yang mendapatkan keuntungan dari platform. Kami akan gunakan prinsip yang sama untuk perusahaan yang memberi servis yang sama," katanya.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan pada 2015 berhasil memajaki perusahaan teknologi internasional Google.
Tunggakan pajak Google ditaksir mencapai sekitar Rp5 triliun. Indonesia menjadi satu dari empat negara yang bisa memajaki perusahaan tersebut, yakni Inggris, Australia, India, dan Indonesia.
Setelah Google, pemerintah terus memantau berbagai perusahaan lain untuk menggali potensi penerimaan dari bisnis teknologi informasi yang saat ini semakin berkembang pesat saat ini.
Baca Juga: Pemangkasan Pajak AS, Apa Pengaruhnya untuk Indonesia?
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
-
RI-India Mau Kembangkan Industri Logam
-
Nasib THR Ojol Akan Ditentukan Selasa Pekan Depan
-
MKBD Tembus Rp 1 Triliun, KISI Perkuat Fundamental di Tengah Persaingan Sekuritas
-
Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu
-
Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?
-
Setoran Pajak Kripto Tembus Rp1,93 Triliun, PMK Baru Jadi Angin Segar Exchange Lokal
-
Kemenperin Bantah Industri Tahan Produksi Usai Kesepakatan Tarif RI-AS