Suara.com - Kondisi lalu lintas yang cukup padat menyebabkan tingginya angka kecelakaan. Coba bandingkan wilayah Jakarta yang super padat dengan daerah pedesaan. Pasti angka kecelakaan di Jakarta lebih tinggi. Pada dasarnya, semakin padat kondisi jalan raya, semakin besar kemungkinan terjadinya kecelakaan. Banyaknya mobil yang berjejer, motor, dan angkutan umum membuat semua kendaraan sulit untuk bergerak.
Naik mobil dianggap lebih bergengsi daripada naik motor dan angkutan umum. Akan tetapi, ukuran mobil yang besar menyebabkan mobil tidak bisa menyelip pada kondisi jalanan yang super macet. Maka banyak orang yang beralih ke sepeda motor. Apapun jenis kendaraan yang dipakai sebenarnya tetap akan menyebabkan kecelakaan. Apalagi tidak hati-hati plus kondisi jalanan yang macet. Untuk itu, Anda perlu memiliki asuransi kendaraan sebagai jaminan untuk kecelakaan. Berikut ini adalah faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih asuransi motor.
PSAKBI
Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) menjadi hal yang perlu dipertimbangkan. Pastikan perusahaan asuransi menawarkan fasilitas yang satu ini. Lampiran dari PSAKBI ini sendiri sebagai bukti kalau perusahaan tersebut benar-benar bertanggung jawab ketika terjadi kecelakaan. Bukan malah lari dari tanggung jawab.
Sebelum menandatangani surat keanggotaan asuransi, baca peraturan dan ketentuan dengan teliti. Apabila ada poin yang kurang dimengerti, mintalah pegawai asuransi untuk menjelaskannya. Jangan lupa untuk menanyakan jenis risiko apa saja yang menjadi tanggungan perusahaan asuransi sehingga Anda dapat mengajukan klaim pada peristiwa yang menjadi tanggung jawab asuransi.
Sesuaikan Jenis Asuransi dengan Kebutuhan
Setelah mengecek ketersediaan PSAKBI, coba teliti asuransi jenis apa yang dibutuhkan. Ketahui jenis perlindungan seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan. Hiraukan perkataan orang yang menyarankan untuk memilih asuransi dengan klaim terbesar. Nyatanya klaim yang besar tidak berfungsi secara maksimal apabila tidak sesuai dengan kebutuhan kita.
Mintalah penjelasan agen asuransi mengenai setiap jenis asuransi yang ditawarkan. Pahami penjelasan tersebut dengan saksama. Apabila ada poin yang kurang jelas, mintalah untuk diulangi dan dijelaskan dengan lebih detail. Intinya, jangan pernah ragu untuk menanyakan hal yang tidak dimengerti. Hal ini bertujuan agar kebutuhan masa depan terpenuhi dan tidak ada pihak yang disalahkan akibat salah memilih jenis asuransi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027
-
IHSG Bangkit ke Level 6.000 di Sesi I, Saham TPIA dan TOWR Bersinar
-
Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'
-
Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya
-
Setujui Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun, Pemerintah Pertahankan Bunga Rumah Subsidi 5 Persen
-
HSBC Indonesia Nilai Akses Pembiayaan Modal Kerja Penting Buat UMKM
-
Cara UMKM Agar Tidak Kena Potong Pajak e-Commerce saat Jualan Online
-
Terbitkan Panda Bond, Purbaya: Bunga Utang China Lebih Murah Dibanding Amerika
-
Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
-
Purbaya Heran Lembaga Asing Terus Sorot Ekonomi RI, Bandingkan Nasib dengan AS-Eropa