Suara.com - Jika mengajukan rumah ada layanan KPR, maka ketika membeli apartemen pun ada layanan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Sama halnya dengan KPR, KPA sendiri merupakan solusi bagi siapapun yang ingin membeli hunian vertikal namun belum memiliki uang yang cukup.
Sebelum mengajukannya, ada lima hal yang wajib diketahui terkait KPA. Ini dia:
Manfaat KPA
Hal pertama yang perlu diketahui adalah manfaat dari KPA itu sendiri. Perlu diketahui, ternyata KPA juga bisa diajukan untuk pembelian apartemen yang masih dibangun atau bahkan yang sudah digunakan oleh pemilik lain (bekas).
Ada keuntungan lainnya, yaitu tak perlu bingung lagi memikirkan asuransi jiwa, asuransi kebakaran, dan gempa bumi karena semua biaya tersebut sudah ditanggung penuh ketika melunasi persyaratan asuransi.
Jumlah Uang Muka
Berapa uang muka yang harus disiapkan? Setidaknya harus 20-30% dari harga apartemen yang akan dibeli. Tak ada batasan dari nominal apartemen yang akan dibeli, namun semakin mahal apartemen yang akan dibeli maka semakin besar juga uang yang harus disiapkan untuk DP.
Meskipun demikian, besaran DP dan tanggungan cicilan akan berbeda-beda tergantung bank penyedia KPA yang dipilih. Bukan hanya itu, pembeli pun biasanya akan diuntungkan dengan promosi pengembang yang memberikan layanan cicilan DP.
Biaya Pengajuan
Jika sudah menyiapkan uang muka senilai 20-30%, jangan lupa juga menyiapkan biaya lainnya untuk mengajukan KPA, seperti:
• Biaya administrasi = Rp250.000 – Rp500.000
• Biaya appraisal (survei) – Rp300.000 – Rp750.000
• Biaya provisi bank = 0,5% - 1% dari total pinjaman
• Biaya asuransi = 1% - 2% dari harga apartemen
• Pajak penjual = 5% dari harga apartemen (sesuai kesepakatan) dan
• Pajak BPHTB = 5% dari harga apartemen dikurangi harga NJOPTKP.
Besaran Bunga
Setelah mengetahui besaran DP yang harus disiapkan, ada juga bunga cicilan yang harus dibayarkan setiap bulannya. Besaran bunga ini pun tentunya berbeda antara bank yang satu dengan bank lainnya. Oleh karena itu, pintar-pintarlah memilih bank yang menyediakan bunga cicilan rendah.
Perlu diketahui juga ketika mengajukan KPA konvensional, maka bank pemberi kredit akan menetapkan bunga tetap (fixed) dan diikuti dengan suku bunga Bank Indonesia, sehingga bunganya menjadi floating. Selain itu, pembeli apartemen juga bisa mendapatkan bunga fixed apabila memilih layanan KPA syariah.
Perhatikan Kelengkapan Surat
Hal terakhir yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah kelengkapan surat-surat dari apartemen yang akan dibeli. Cek mulai dari IMB, izin peruntukkan, dan SHGB atau HGB. Jika membeli apartemen bekas, maka pastikan transaksi tidak di bawah tangan.
Artikel ini dipublikasikan bekerjasama dengan Urbanindo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
Terkini
-
SeaBank Cetak Laba Bersih Rp 678,4 Miliar di 2025, Meroket 79%
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.999
-
IHSG Gaspol, Melejit 2% di Awal Perdagangan Rabu
-
FTSE Pertahankan IHSG di 'Secondary Emerging Market', Ini Dampaknya
-
Meski Perang Berkobar Lagi, Wall Street Melenggang Naik
-
7 Bank Bangkrut di Indonesia pada Kuartal I 2026, Simak Daftar Terbarunya
-
Jaga Ketahanan Pangan ASEAN, Pupuk Indonesia Bentuk SEAFA Bersama Petronas dan BFI
-
Target Besar Tambang RI, Smelter Pakai 100% Energi Terbarukan
-
Sektor Alternatif: Dorong Pemahaman Profil Risiko Produk Tembakau Non-Bakar
-
Kredit Infrastruktur Bank Mandiri Tembus Rp491,63 Triliun