Suara.com - Banyaknya agen properti yang mulai beriklan di media online membuat persaingan semakin ketat. Oleh karena itu, tak jarang para agen menggunakan beragam kata kunci yang dirasa mampu menarik perhatian para pencari properti. Sudah tepatkah kata kunci yang Anda gunakan?
Ternyata ada beberapa kata kunci yang banyak digunakan oleh agen dalam beriklan, namun nyatanya kata kunci ini harus dihindari. Ini dia tiga kata kunci yang sebaiknya dihindari saat beriklan properti:
Murah
Penggunaan kata murah nampaknya masih banyak digunakan untuk beriklan. Kini pencari properti banyak yang menganggap penggunaan kata murah merupakan iming-iming semata. Hal ini disebabkan oleh fakta yang menunjukkan bahwa harga properti memang mahal.
Sebaiknya tuliskan saja nominal harganya jika memang benar-benar murah, sehingga calon pembeli tidak merasa tertipu. Solusi lainnya, bisa juga menggunakan dengan bentuk kalimat lain, seperti “harga di bawah pasaran” atau “harga belum naik”.
Strategis
Selain murah, penggunaan kata kunci ‘strategis” pun banyak digunakan oleh para agen properti untuk beriklan. Sayangnya, ternyata kata yang satu ini terlalu klise dan tidak spesifik. Penggunaan kata strategis pun cukup relatif.
Lalu, kata apa yang harus digunakan untuk menunjukan lokasi? Sebaiknya gunakanlah keterangan spesifik untuk menunjukkan lokasi dari properti yang diiklankan. Sebagai contoh, bisa menuliskan “150 meter dari jalan raya” atau “500 meter dari pusat perbelanjaan”
Mewah
Kata kunci selanjutnya yang harus dihindari adalah “mewah” karena tidak semua rumah atau properti lainnya bisa dikatakan mewah. Apabila ingin menggunakan kata “mewah”, pastikanlah properti tersebut memang benar-benar mewah.
Terkait hal ini, Anda juga bisa mengkreasikannya menggunakan pilihan kata lain, seperti “bermaterial premium” atau “dilengkapi perabot kelas dunia”. Penggunaan kata tersebut tergolong aman digunakan karena tidak memberikan ekspektasi berlebih kepada para calon pembeli.
Sebenarnya, tak ada salahnya jika ketiga kata kunci tersebut masih digunakan, namun sangat disarankan untuk mengkreasikannya dengan kalimat-kalimat yang sudah dijelaskan di atas. Penggunaan kalimat yang menarik pada judul dan keterangan iklan dipastikan akan mampu menarik perhatian calon pembeli.
Artikel ini dipublikasikan bekerjasama dengan Urbanindo. com
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai
-
Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI
-
Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan
-
Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%
-
Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan
-
UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
-
Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026
-
BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026
-
ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis
-
OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri