Suara.com - Penyaluran bantuan perumahan dari pemerintah kepada masyarakat, hingga akhir 2017 diprediksi tidak akan mencapai target. Padahal, pada pertengahan tahun pemerintah telah merevisi target tersebut.
Awalnya, pemerintah menargetkan dapat menyalurkan bantuan 345 ribu unit rumah. Dengan rincian, 120 ribu untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan 225 ribu unit untuk Subsidi Selisih Bunga (SSB).
Hasilnya, target pun turun menjadi 279 ribu unit, terdiri atas 239 ribu unit untuk SSB dan 40 ribu unit untuk FLPP.
“Hingga akhir tahun 2017 diperkirakan KPR Bersubsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan telah diberikan untuk 21 ribu unit rumah, Subsidi Selisih Bunga untuk 140 ribu unit rumah, dan Bantuan Uang Muka 160 ribu unit rumah,” kata Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Lana Winayanti di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Rabu (20/12/2017).
Lana menjelaskan, tak tercapainya target tersebut lantaran terlambatnya pencairan anggaran di dalam APBN-P 2017.
“Sebenarnya (target FLPP 40.000 unit), cuma kan terlambat keluarnya dana dari APBN-P, baru keluar kan sekitar akhir Oktober jadi waktunya tidak cukup untuk kejar itu," katanya.
Ditambah lagi, Bank BTN tidak lagi membiayai Kredit Pemilikan Rumah melalui skema FLPP. Hal tersebut lantaran selama ini Bank BTN berkontribusi besar terhadap penyaluran KPR dengan skema FLPP.
“Ini juga menjadi faktor penyebab tak tercapaina target tersebut,” ujar Lana.
Baca Juga: PUPR Klaim Penyaluran Kredit Perumahan di 2017 Cukup Tinggi
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Rupiah Tertekan, Dolar AS Terus Naik ke Level Rp17.855
-
Cuan untuk Investor, Buyback Emas Antam Naik Lebih Tinggi dari Harga Jual
-
Tak Hanya Belanja, Pengunjung PRJ Kini Berburu Investasi Emas
-
Jelang Review MSCI, IHSG Dibuka Merah ke Level 6.096
-
Pasar Pantau Kesepakatan AS - Iran, Harga Minyak Dunia Naik Tipis
-
Profil PT Bach Multi Global Tbk (BACH), Jaringan Bisnis 'Grup Djarum' yang Siap IPO
-
Wacana Rokok Murah untuk Masyarakat Bawah Dikritik, Ancam Penerimaan Cukai Negara
-
cashUP Perkuat Ekosistem UMKM Digital, Satukan Pembayaran, Pembiayaan, dan Teknologi
-
IHSG Tertekan! Asing Lepas Saham Blue Chip Senilai Rp1,1 Triliun
-
Tiket Pesawat Gratis PPN dan Diskon Kereta, Ini Rincian Stimulus Ekonomi Rp26,3 Triliun