Suara.com - Asuransi merupakan bentuk proteksi diri yang memberikan jaminan dalam bentuk ganti rugi atas kejadian yang menimpa nasabahnya. Entah itu kecelakaan, sakit, bahkan kematian sekalipun. Tidak hanya itu saja, asuransi juga dapat dijadikan sebagai produk investasi untuk jaminan di hari tua.
Walaupun produk asuransi kini telah populer, masih ada saja orang yang keliru dan salah persepsi terhadap produk asuransi. Kesalahpahaman ini menyebabkan banyak nasabah yang tertipu bujuk rayu agen asuransi yang menyesatkan.
Agar diri Anda terhindar dari kesalahpahaman tersebut, inilah isu seputar asuransi yang ternyata mitos.
Asuransi Hanya Diperuntukkan Bagi Orang Kaya
Banyak orang beranggapan kalau asuransi hanya diperuntukkan bagi orang kaya. Mitos ini salah besar karena faktanya semua orang dapat mengambil produk asuransi. Hanya pembayaran premi perlu menyesuaikan dengan kemampuan ekonomi agar proses pembayaran per bulan tetap lancar.
Membeli Asuransi Saat Harga Properti Naik
Sekitar 50% masyarakat Indonesia percaya mitos yang satu ini. Faktanya tidak sepenuhnya benar. Produk asuransi memang berkaitan dengan properti, terutama bagi perusahaan yang sudah bergabung dalam bursa. Namun, tidak akan memengaruhi jumlah polis yang diterima saat asuransi jatuh tempo.
Perlu diingat jumlah polis yang akan diterima sudah ditetapkan pada awal sebelum Anda mengambil asuransi. Jadi, jangan pernah berharap nilai polisnya semakin tinggi. Sebab pada dasarnya akan tetap sama walaupun Anda bergabung pada saat harga asuransi melejit.
Orang Sehat Tidak Memerlukan Asuransi
Sampai saat ini masih ada orang yang beranggapan kalau asuransi itu tidak terlalu penting. Apalagi bagi mereka yang masih segar bugar. Mitos ini tentu tidak benar. Pada dasarnya, semua manusia membutuhkan proteksi berupa jaminan atas peristiwa yang tidak dapat diramalkan. Entah itu kondisi sehat, sakit, kaya, atau miskin. Semuanya membutuhkan asuransi untuk menghindar dari kejadian yag tidak diinginkan.
Generasi Muda Tidak Butuh Asuransi
Poin ini masih berkaitan dengan poin nomor tiga. Generasi muda biasanya identik dengan fisik yang bugar dan sehat sehingga tidak butuh asuransi. Mitos ini salah. Justru pada usia mudalah sering kali terjadi peristiwa yang tidak diinginkan, misalnya kecelakaan. Kecerobohan generasi muda zaman sekarang wajib diantisipasi dengan asuransi agar biaya kerugian yang ditanggung secara pribadi tidak terlalu mahal.
Ibu Rumah Tangga Tidak Perlu Asuransi
Mitos ini tentu salah besar. Ibu rumah tangga adalah manusia biasa yang juga mungkin mengalami kejadian yang tidak mengenakkan di kemudian hari. Karena itu, ia membutuhkan asuransi untuk memproteksi dirinya. Lagi pula tidak baik jika setiap kali harus meminta uang suami untuk biaya perobatan.
Perusahaan Asuransi adalah Tukang Tipu
Mitos ini masih banyak beredar hingga sekarang. Masih banyak orang yang mengatakan kalau perusahaan asuransi sama dengan penipu. Mereka hanya menginginkan uang nasabahnya saja. Namun, mitos ini tidak benar.
Setiap perusahaan asuransi yang berdiri telah diatur dalam UU. Artinya, setiap kali perusahaan asuransi melakukan perbuatan curang yang merugikan nasabah, perusahaan tersebut dapat dituntut sesuai dengan pasal UU yang berlaku di Indonesia.
Semua Produk Asuransi Sama Saja
Mitos ini terdengar sedikit konyol. Bagaimana tidak? Produk asuransi properti dan asuransi kendaraan tentu saja berbeda. Begitu juga dengan asuransi jiwa, kesehatan, dan pendidikan. Setiap produk asuransi menawarkan manfaat yang berbeda-beda. Tergantung nasabahnya saja mau bergabung pada produk asuransi yang mana.
Asuransi Tidak Serupa dengan Investasi
Memang asuransi tidak sama dengan investasi. Akan tetapi, produk asuransi dapat dimanfaatkan sebagai jaminan di hari tua. Selain bergabung pada produk investasi, Anda juga dapat bergabung pada produk asuransi. Dengan begitu, jumlah simpanan di hari tua nanti lebih banyak.
Premi Mobil Kecil Biasanya Lebih Murah
Mitos ini tentu saja salah. Faktanya besar premi asuransi mobil yang dibayar bergantung pada harga mobil itu sendiri. Walaupun berstatus sebagai mobil kecil atau sedan jika harganya mahal, tentu saja preminya juga mahal.
Baca juga artikel Cermati lainnya:
Berapa Banyak Jumlah Dana Darurat yang Harus Dipersiapkan?
Pentingnya Asuransi Rumah Kontrakan, untuk Pemilik dan Penyewa
6 Cara Menanamkan Kesadaran Atur Uang untuk Anak-Anak
| Published by Cermati.com |
Berita Terkait
-
Asuransi Syariah Mulai Bidik Seluruh Segmen Masyarakat RI
-
Prudential Soroti Risiko Korupsi yang Mengintai Sektor Keuangan
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Mulai Juli 2026, Agen Asuransi Wajib Bersertifikat, Ini Dampaknya bagi Nasabah
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Kerugian Tembus Rp9,3 Triliun, OJK Ungkap Fakta Mengejutkan dari 'Love Scam'
-
Unilever Global Mau Investasi ke RI Bulan Depan, Proyek Diresmikan di Sumatra Utara
-
BTN Borong Lima Penghargaan Internasional, Transformasi Beyond Mortgage Makin Diakui
-
Di Bawah Danantara, PNM Buka Pekerjaan Puluhan Ribu Lulusan SMA/SMK dari Keluarga Prasejahtera
-
Perombakan di Manajemen Danantara, Pahala Mansury Jadi Managing Director
-
Rupiah Terkapar Lemah Hari Ini, Sempat ke Level Rp18.000
-
Omnichannel Jadi Solusi Menjawab Perubahan Perilaku Konsumen
-
Emak-emak Kecantol 'Cinta Online', Berujung Duit Rp120 Miliar Lenyap
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Marketeers Tech for Business: Brand Hari ini Harus AI Friendly