Suara.com - Pemerintah menyatakan bahwa pinjaman dana dari China Development Bank untuk pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung akan cair April 2018.
Chairman PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), Sahala Lumban Gaol mengungkapkan, lambannya percairan dana tersebut lantaran salah satu syarat untuk mencairkan dana tersebut adalah persentase pembebasan lahan.
"Kami saat ini terus berkoordinasi soal pembebasan lahan ini. Pada intinya sudah mendekati dengan yang disyaratkan," kata Sahala di kantor Kemenko Maritim, Jakarta Pusat, Kamis (8/2/2018).
Sahala mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi untuk percepatan pengerjaan proyek. Pekan depan, bakal dilakukan pembahasan terkait dengan pendanaan.
"Tadi kan rakor, ada beberapa hal yang dibahas dan belum selesai, salah satunya pendanaan. Minggu depan pendanaan ini akan dibahas kembali," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pembebasan lahan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang sepanjang 142 kilometer sudah berhasil dibebaskan sebesar 54 persen.
"Sekarang sudah 53 something, 54 persen pembebasan lahan sedang berlangsung. Bisa dipastikan pembebasan lahan bisa diselesaikan pada bulan April," kata Budi.
Lebih lanjut, Menhub mengatakan bahwa dari 54 persen lahan yang sudah dibebaskan itu, terdapat beberapa konstruksi yang telah dikerjakan, seperti pembuatan terowongan.
"Sudah ada pembangunan, tapi masih minor, masih di bawah 10 persen lah persentasenya. Tapi kami yakin bisa selesai tepat waktu," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim