Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, mengkritik rencana pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk membangun infrastruktur menggunakan dana pensiun bisa berbahaya. Bahkan rencana ini bisa mengakibatkan dana pensiun itu lenyap.
"Rencana pemerintahan Joko Widodo yang ingin meniru China bisa bisa sebabkan duit dana pensiun amblas nantinya," kata Arief saat dihubungi oleh Suara.com, Kamis (15/2/2018).
Menurutnya, kondisi perekonomian dan infrastruktur akan sangat saling bergantung. Agar perekonomian bisa berjalan maka dibutuhkan infrastruktur untuk mendukungnya. Sayangnya, pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan pemerintah seharusnya bisa memberikan dampak pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen.
"Harusnya dengan alokasi dana subsidi BBM yang dialihkan ke pembangunan infrastruktur, energi dan pertanian, kita juga tidak impor BBM dan beras," ujarnya.
Tantangan kondisi perekonomian Indonesia juga merupakan sistem yang sangat kompleks dan menjadi lebih kompleks karena tidak bisa dilepaskan dengan kondisi dunia internasional. Khususnya pasar keuangan dan komoditas international.
Kondisi inilah yang menurut Arief, tidak dipahami tim ekonomi Presiden Jokowi. Seharusnya pemerintah tidak terus menumpuk hutang. Saat ini sistem ekonomi nasional telah menjadi sangat bergantung pada dukungan infrastruktur.
Persoalannya, belum tentu setelah infrastruktur dibangun ada investor yang mau melakukan inventasi di sektor industri.
"Mikir mikir, jangan sampai dana pensiun nanti ludes kayak di Don't Cry For Me Argentina," tutup Arief.
Sebagaimana diketahui, pemerintah melirik dana pensiun untuk membiayai proyek infrastruktur karena sumber dana dari pajak dan utang terbatas. Rencana ini diungkapkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang PS Bodjonegoro pada pembukaan Seminar International Expanding Social Security Coverage in The Disruptive Economy Era di Nusadua, Bali, Selasa (6/2/2018).
Dia mengatakan Indonesia akan menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama pada tahun 2018. Pemerintah melirik dana pensiun untuk membiayai proyek infrastruktur karena sumber dana dari pajak dan utang terbatas.
Dia pun berharap sumber dana pensiun bisa menjadi alternatif utama karena investasi di pembangunan infrastruktur yang membutuhkan dana jangka panjang sangat cocok dengan investasi dana pensiun yang juga berjangka panjang.
Berita Terkait
-
Lobi Prabowo-SBY Bikin Demokrat Ubah Sikap Soal Pilkada? Ini Kata Gerindra
-
Dasco Ungkap Alasan Prabowo Buat Retret Kabinet di Hambalang: Satukan Visi untuk Program 2026
-
Dasco Tegaskan Belum Ada Rencana Pembahasan Pilkada Dipilih DPRD dalam Waktu Dekat di DPR
-
OJK Proyeksi Industri Dana Pensiun Bakal Tinggi, Ini Strateginya
-
Gerindra Soal Pilkada Lewat DPRD: Opsi Rasional Tekan Biaya Politik Tinggi
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
Klaim Swasembada Dibayangi Risiko, Pengamat Ingatkan Potensi Penurunan Produksi Beras
-
Penyaluran Beras SPHP Diperpanjang hingga Akhir Januari 2026
-
BBRI Diborong Asing Habis-habisan, Segini Target Harga Sahamnya
-
Produksi Beras Pecah Rekor Tertinggi, Pengamat: Berkah Alam, Bukan Produktivitas
-
Update Pangan Nasional 11 Januari 2026: Harga Cabai Kompak Turun, Jagung Naik
-
8 Ide Usaha Makanan Modal Rp500.000, Prediksi Cuan dan Viral di Tahun 2026
-
Saham BUMI Dijual Asing Triliunan, Target Harga Masih Tetap Tinggi!
-
ANTM Gelontorkan Rp245,76 Miliar untuk Perkuat Cadangan Emas, Nikel dan Bauksit
-
AMMN Alokasikan USD 3,03 Juta untuk Eksplorasi Sumbawa, Ini Mekanismenya
-
Harga Emas Akhir Pekan Stabil, Pegadaian Sediakan Berbagai Variasi Ukuran