Suara.com - Seperti kata banyak penelitian, pelukan memiliki manfaat. Dan selangkah lebih maju, sebuah perusahaan kecil di Oregon, Amerika Serikat, telah mengkomodifikasi pelukan dan dijadikan usaha yang menghasilkan.
Adalah Samantha Hess sang pemilik bisnis pelukan yang mengatakan bahwa tujuan dibuatnya jasa pelukan ini adalah untuk menciptakan ketenangan dan mengubah dunia dalam satu pelukan.
"Tujuan saya mencipatkan tempat ini adalah untuk mengubah dunia untuk satu pelukan pada suatu waktu," kata Samantha Hess seperti dilansir dari laman CNBC.
Lelaki berusia 34 tahun tersebut menuturkan bahwa lima tahun lalu, saat Hess berpisah dengan kekasihnya, Ia tiba-tiba merasa kesepian karena tidak bisa lagi mendapatkan pelukan dari kekasihnya.
Suatu ketika Hess membaca cerita tentang seorang lelaki yang menawarkan pelukan dengan bayaran US$ 2 atau setara Rp 27.000.
Tanpa berpikir panjang, Hess melihat hal tersebut sebagai sebuah bisnis yang unik dan menjanjikan.
Hess pun membeli lisensi bisnis dan membangun situs web bernama Cuddle Up to Me dengan biaya awal Rp 6,8 juta.
Meski banyak yang meragukannya, Hess tak peduli bahkan dia memasang selebaran promo di sekitar kota, dan diliput oleh media lokal. "Dalam tujuh hari, saya punya 10.000 email. Saya dipesan untuk dua bulan kedepan," kata dia.
Meski demikian, masih banyak orang yang mengira bahwa ini adalah bisnis asal-asalan. Bahkan otoritas setempat menduga bisnis yang dibangun Hess adalah kamuflase dari bisnis prostitusi.
Baca Juga: Terungkap Siapa Ortu Dua Bocah yang Tidur Berpelukan di ATM
"Pada awalnya, pasti ada banyak email yang tidak pantas. Seseorang meminta saya untuk bergabung (seks) dengan mereka saya pun menolak dengan sopan. Sebelumnya saya juga belajar bagaimana berkomunikasi dengan lebih baik," lanjut Hess.
Hess mengakui bahwa dirinya kerap menemukan pelanggan yang terangsang. Tapi itu juga terjadi karena tidak disengaja, dan kedua belah pihak dapat beristirahat atau mengubah posisi mereka.
Untuk setiap sesi pelukan, pelanggan akan dikenakan biaya sebesar Rp 1,1 juta per jam. Klien memiliki 70 posisi berpelukan yang berbeda dengan nama-nama seperti Mama Bear dan Gummy Worm.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI
-
Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya
-
Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak
-
Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global
-
Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel
-
Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi
-
Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah
-
Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
-
Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange