Suara.com - Di era teknologi dan milenial sekarang ini, akses internet dan alat penunjangnya seperti menjadi kebutuhan pokok yang tak bisa dihindari.
Anak-anak muda yang haus akan informasi seolah berlomba-lomba untuk memiliki gadget terbaru dengan koneksi internet yang memadai.
Melihat potensi tersebut, sangat wajar jika industri telekomunikasi mendapatkan kue atau keuntungan dari besarnya pemakaian kuota internet baik melalui gadget berupa handphone, laptop, tablet hingga komputer.
Namun, rupanya peluang tersebut dinilai belum tertangkap oleh PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk yang merupakan perusahaan telekomunikasi milik negara yang berada di bawah naungan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Berdasarkan laporan keuangan Telkom Tahun 2017, pendapatan Telkom meningkat sebesar 10,25 persen year on year menjadi Rp 128,25 triliun. Namun rupanya, pertumbuhan tersebut tidak sebesar pertumbuhan pendapatan di 2016 yang mencapai 13,52 persen.
"Pengguna medsos (media sosial) besar, tetapi pertumbuhan pendapatan Telkom justru menurun, ini ada apa?," kata Bima Yudhistira seorang Pengamat Ekonomi dari Insitute for Development of Economics and Finance.
Menurut Bima, jika Telkom tidak bisa menjaring besarnya potensi bisnis tersebut, kaum muda atau yang kini populer dengan sebutan kaum milenial akan semakin tertinggal dengan kaum milenial negara lain.
"Internet kita ini internet yang lambat, masih tertinggal, 62 dari 63 negara. Bagaimana kaum millenials bisa maju menyetarai millenials negara lain," ucap Bima.
Lebih parahnya lagi, selain kaum milenial yang semakin tertinggal, pendapatan ke negara pun akan berkurang. Terlebih Telkom disebut-sebut salah satu BUMN yang menyumbang pendapatan cukup besar ke negara melalui Kementerian BUMN.
Baca Juga: Begini Penilaian DPR Terhadap Gelaran CSR Telkom Selama Ini
Pemerhati BUMN, Ismed Hasan Putro menuturkan, sedianya perusahaan BUMN haruslah berkontribusi dalam memberikan pendapatan kepada negara.
"Negara berharap banyak kepada BUMN, BUMN ini salah satu instrumen andalan pemerintah selain pajak," ucap Ismed yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama di PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero).
Menurut Ismed, jika perusahaan BUMN bisa memberikan sumbangsih besar ke negara, bukan tidak mungkin lapangan pekerjaan pun akan terbuka di berbagai daerah. Ismed pun meminta, semua pihak turut mencermati kinerja BUMN agar setoran pendapatan ke negara bisa terkelola dengan baik.
"BUMN harus tumbuh secara inklusif dalam membuka lapangan kerja, bagaimana BUMN menstimulasi pergerakan ekonomi masyarakat di sekitarnya," tutur Ismed.
Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara menuturkan, untuk mengawasi kinerja perusahaan BUMN, maka komisaris yang mengawasinya pun harus orang yang betul-betul paham di bidangnya.
"Komisaris harus di bidangnya, tidak boleh yang menjadi anggota Komisaris tidak berlatar belakang dengan tugas dan fungsinya. Jangan dijadikan tempat balas jasa untuk tim sukses," kata Marwan.
Jika Telkom mampu menjaring besarnya kebutuhan akses internet kaum milenial dan mampu mengelola perusahaan dengan baik, maka bukan tidak mungkin Telkom menjadi penyumbang pendapatan terbesar ke negara.
"Jumlah pengguna internet berpengaruh, 2021 e-commerse diprediksi tumbuh 300 persen, peningkatan kebutuhan internet akan besar, bisnis telekomunikasi bisa tumbuh," pungkas Bima.
Tag
Berita Terkait
-
TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Implementasi ESG untuk Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Telkom Gelar RUPST Tahun Buku 2025 dan Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun
-
Telkom Tutup Belasan Anak Usaha, Danantara Tegaskan Tidak Ada PHK Massal
-
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris PT Telkom
-
RUPS PT Telkom Setujui Dividen Rp21,9 Triliun dan Buyback Saham Rp4 Triliun
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN